Metropolis

Tragedi Berdarah di Randangan: Ayah Meregang Nyawa, Anak Luka Berat

×

Tragedi Berdarah di Randangan: Ayah Meregang Nyawa, Anak Luka Berat

Share this article
Tragedi Berdarah di Randangan_ Ayah Meregang Nyawa, Anak Luka Berat
Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Renly H. Turangan,S.H. saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan.

Hargo.co.id, GORONTALO – Suasana di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, mendadak geger setelah terjadi aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menewaskan seorang warga dan menyebabkan anaknya mengalami luka berat.

Berita Terkait:  Polisi Bakal Cek Kebenaran Soal Peminjam Pinjol yang Bunuh Diri Akibat Teror

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (12/9/2026), sekitar pukul 11.30 Wita. Korban meninggal dunia diketahui bernama Umar Ebu (54), sementara anaknya, Sidratulmuntaha Umar (32), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi awal yang dihimpun Gorontalo Post menyebutkan, penganiayaan tersebut diduga melibatkan seorang pria berinisial ASS (21). Terduga pelaku diduga menggunakan senjata tajam dalam aksi tersebut, sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Berita Terkait:  Cegah Kriminalitas Saat Idul fitri, Polsek Botupingge Kunjungi Rumah yang Ditinggal Pemilik untuk Mudik

Hingga kini, aparat Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.

Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu Renly H. Turangan, S.H., yang memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan.

Berita Terkait:  Ditinggal Pergi Berobat ke Luar Kampung, Rumah Warga Desa Pelita Hijau Hangus Terbakar

Polisi mengamankan lokasi kejadian, memasang garis polisi, mengumpulkan sejumlah barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

“Terduga pelaku masih dalam pencarian. Kami terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengamankan yang bersangkutan, termasuk mencari senjata tajam yang diduga digunakan dalam kejadian,” ujar Renly.

Berita Terkait:  4.415 Tabung Elpiji 3 Kg di Boliyohuto Cs Diduga Digelapkan, Uangnya Dipakai Sabung Ayam dan Foya-foya

Ia menjelaskan, korban dan terduga pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal berdekatan. Namun, terkait motif serta kronologi lengkap penganiayaan, pihaknya masih mendalami keterangan para saksi.

“Kami dari pihak Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera menyampaikan informasi kepada Kepolisian,” imbaunya.

Berita Terkait:  Demo di Kantor Bupati dan DPRD Gorut, Aliansi Mahardika Pertanyakan Penanganan Sejumlah Permasalahan Daerah

Polisi juga masih berupaya mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang menyebabkan Umar Ebu meninggal dunia dan anaknya mengalami luka berat. (Kif)