Kabar Nusantara

Polda Gorontalo Ingatkan Pelajar: Jangan Tergiur Cuan Instan dari Judol

×

Polda Gorontalo Ingatkan Pelajar: Jangan Tergiur Cuan Instan dari Judol

Share this article
Polda Gorontalo Ingatkan Pelajar: Jangan Tergiur Cuan Instan dari Judol
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Marupa Sagala memberikan edukasi kepada pelajar SMK Negeri 1 Kota Gorontalo mengenai bahaya judi online dan kejahatan digital.

Hargo.co.id, GORONTALO – Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan dari ancaman judi online (judol) dan berbagai modus penipuan di ruang digital.

Berita Terkait:  Kecelakaan Maut di Semarang: KA Brantas Menabrak Truk, Seorang Penumpang Luka-luka

Menyikapi hal tersebut, Polda Gorontalo menyasar lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesadaran pelajar agar tidak terjerumus dalam aktivitas digital yang merugikan.

Langkah pencegahan itu dilakukan melalui program Polisi Peduli Pendidikan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo. Dalam kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Marupa Sagala, S.I.K., S.H., M.H., memberikan edukasi mengenai bahaya judi online sekaligus mengingatkan para siswa agar lebih cermat dalam menggunakan teknologi.

Berita Terkait:  Terkendala Anggaran, Beberapa OPD di Sangihe Masih Menempati Bangunan Tua

Di hadapan para pelajar, Marupa menjelaskan bahwa judi online bukan sekadar persoalan kehilangan uang. Kebiasaan tersebut juga berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, merusak hubungan sosial, hingga menghambat pencapaian cita-cita.

Para siswa pun diingatkan untuk tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat. Iming-iming semacam itu kerap menjadi pintu masuk bagi praktik perjudian daring maupun berbagai bentuk penipuan digital.

Berita Terkait:  Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Wakapolda Cek Kesiapan Basarnas Hadapi Potensi Bencana

Selain judol, edukasi tersebut mencakup langkah-langkah melindungi diri dari kejahatan siber. Pelajar diminta tidak sembarangan mengeklik tautan mencurigakan, membagikan informasi pribadi, ataupun memberikan kode rahasia kepada orang lain.

Mereka juga diimbau agar tidak langsung mempercayai pesan yang mengatasnamakan lembaga atau pihak tertentu sebelum memastikan kebenarannya. Sikap kritis dan kebiasaan melakukan verifikasi dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan data serta kerugian akibat penipuan.

Berita Terkait:  Kapolri: Kami Siap Jadi Organisasi Modern dan Tidak Anti Krtik

Marupa menegaskan, upaya melindungi generasi muda dari kejahatan digital tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Peran orang tua dan pihak sekolah juga dibutuhkan untuk membangun kesadaran serta membimbing pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Jangan sampai masa depan adik-adik kita rusak karena judi online atau menjadi korban penipuan digital. Fokuslah belajar, raih cita-cita, dan manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” pesannya kepada para siswa.

Berita Terkait:  Eks Menko Maritim Rizal Ramli Dikabarkan Meninggal Dunia

Ia juga mengajak pelajar untuk berani menolak ajakan bermain judi online dan tidak terlibat dalam aktivitas digital yang melanggar hukum.

Apabila menemukan dugaan penipuan atau aktivitas mencurigakan di internet, para siswa diminta segera berkonsultasi dengan orang tua, guru, atau melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Berita Terkait:  Kapolresta Gorontalo Kota Boyong Anak Panti Asuhan Belanja Baju Lebaran

Melalui edukasi langsung di sekolah, Polda Gorontalo berharap para pelajar semakin memahami risiko kejahatan digital dan mampu menjaga diri agar tidak menjadi korban maupun terlibat dalam praktik yang dapat merugikan masa depan mereka. (Roy)