Hargo.co.id, GORONTALO – Pembinaan tenaga pendidik Pramuka di Kabupaten Gorontalo mulai memasuki era digital. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo menerapkan sistem E-Diklat dalam pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) Golongan Penggalang tahun 2026.
Pada gelombang pertama, program tersebut diikuti 181 peserta. Rinciannya, 123 peserta mengikuti KMD Golongan Penggalang, sedangkan 58 lainnya mengikuti Kursus Orientasi Majelis Pembimbing.
Penerapan sistem digital ini mencakup hampir seluruh tahapan administrasi, mulai dari pendaftaran, verifikasi peserta, hingga pelaporan kegiatan. Seluruh proses dilakukan melalui platform Ayo Pramuka yang telah terintegrasi dengan Kwartir Nasional (Kwarnas).
Tak hanya administrasi, sistem tersebut juga mendukung penerbitan sertifikat peserta dengan penomoran resmi yang terhubung langsung dengan basis data Kwarnas.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo, Roman Nasaru, menegaskan digitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membenahi tata kelola pendidikan dan pembinaan Pramuka.
Menurutnya, E-Diklat tidak sebatas memindahkan proses administrasi dari sistem manual ke platform digital. Lebih dari itu, sistem tersebut diharapkan mampu menciptakan pengelolaan pendidikan pembina yang lebih tertib, transparan, dan mudah ditelusuri.
“Penggunaan sistem digital dan fitur E-Diklat bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi bagian dari komitmen transformasi digital Gerakan Pramuka,” kata Roman.
Ia menjelaskan, sistem yang terintegrasi dengan Kwarnas akan membuat seluruh proses pendidikan pembina memiliki rekam administrasi yang lebih jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan KMD 2026 sendiri berlangsung sekitar 20 hari dan dibagi dalam empat gelombang. Kegiatan ini dilaksanakan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, yang mewakili Bupati Gorontalo, Selasa (6/10/2026).
Dalam sambutannya, Sugondo menilai transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan Pramuka harus tetap dibarengi dengan penguatan aspek pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser fungsi utama Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pendidikan karakter generasi muda.
Ia juga mendorong para kepala sekolah yang bertindak sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) untuk memperkuat pembinaan kepramukaan di lingkungan sekolah.
Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, kata Sugondo, tidak cukup hanya disampaikan sebagai materi dalam kegiatan Pramuka. Nilai tersebut harus ditanamkan dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari peserta didik.
“Perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan karakter,” ujarnya.(Adv)












