Edukasi

Masa Pengabdian Berakhir, 14 Mahasiswa Program UNG Mengajar Batch 8 Resmi Ditarik

×

Masa Pengabdian Berakhir, 14 Mahasiswa Program UNG Mengajar Batch 8 Resmi Ditarik

Share this article
Masa Pengabdian Berakhir, 14 Mahasiswa Program UNG Mengajar Batch 8 Resmi Ditarik
Foto bersama 14 mahasiswa UNG yang menjalani program UNG Mengajar Batch 8 ketika melakukan foto bersama dengan pihak sekolah SMP Negeri 1 Limboto Barat. (Foto: Marlona/Mahasiswa Magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang tergabung dalam program UNG Mengajar Batch 8 di SMP Negeri 1 Limboto Barat, secara resmi ditarik kembali setelah mengikuti program tersebut, Kamis (18/12/2025).

Berita Terkait:  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Luncurkan Program Smart School di Boalemo

Penarikan yang dirangkaikan dengan acara seremonial tersebut, menandai berakhirnya masa pengabdian selama hampir empat bulan.

Selama menjalankan tugas, para mahasiswa tinggal bersama di posko yang telah disediakan dan aktif terlibat dalam proses pembelajaran serta berbagai kegiatan sekolah dan masyarakat.

Berita Terkait:  Mahasiswa UNG Raih Dua Prestasi di International Student Summit Malaysia

Program ini merupakan bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) yang berbobot empat satuan kredit semester (SKS).

Sri Justevani, salah satu mahasiswa yang ikut dalam program menceritakan pengalaman mengajar di Desa Yosonegoro. Menurutnya, banyak kesan yang mendalam ketika menjalani pengabdian.

Berita Terkait:  FSB UNG Gelar Peksiminas, Persiapkan Utusan ke Tingkat Universitas

Sebagai anak rantau yang terbiasa hidup di perkotaan, ia sempat mengalami culture shock ketika ditempatkan di lingkungan pedesaan dengan latar belakang budaya yang berbeda.

“Penduduk di sini kebanyakan berasal dari Jawa Tondano atau yang dikenal dengan suku Jaton. Namun, kami disambut dengan sangat hangat oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Berita Terkait:  Diikuti Tiga Kandidat, Besok Pemilihan Rektor UNG Digelar Tertutup

Ia juga menuturkan tantangan fisik dan emosional di awal penugasan, mulai dari kelelahan, penyesuaian cuaca, hingga dinamika beradaptasi dengan rekan satu tim dari berbagai program studi yakni Program studi Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Ilmu hukum kemasyarakatan, dan Pendidikan Ekonomi.

Meski demikian, kebersamaan selama tinggal di posko mengajarkan arti toleransi dan kerja sama.

Berita Terkait:  Cerita Mahasiswa UNG, Kuliah Sambil jadi "Tukang" Service Handphone

Menurutnya, perbedaan pendapat di antara 14 mahasiswa merupakan hal yang tak terelakkan, namun justru menjadi ruang belajar untuk saling memahami.

Selain aktif di sekolah, para mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk menghadiri acara salawat yang dirangkaikan dengan tarian atas undangan Kepala Desa.
Berita Terkait:  Membara di Panggung Duta KPI: Lilis Rahmawati Melawan Rasa Insecure Demi Komunikasi Gemilang

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Limboto Barat, Yurita Nasibu, memberi apresiasi atas kontribusi mahasiswa UNG Mengajar Batch 8.

Dia bilang, kerja sama antara sekolah dan UNG telah terjalin selama lima tahun berturut-turut.

Berita Terkait:  UNBITA dan LLDIKTI Wilayah XVI Dorong Peningkatan Kualitas Karya Ilmiah Dosen PTS

“Kami menerima mereka untuk membantu mengembangkan ide-ide kreatif, terutama dalam pembelajaran berbasis digital yang masih terbatas kami kuasai” katanya.

Kehadiran mahasiswa juga dinilai sangat membantu sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik, khususnya dalam kegiatan ekstrakulikuler.

Berita Terkait:  Mahasiswa Asal Kotamobagu Ini jadi Juara Pertama Lomba Puisi Tingkat Provinsi Gorontalo

Senada dengan itu, Radia Hafid, selaku dosen pendamping yang mengantar sekaligus menjemput mahasiswa,

berharap kerja sama ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak.

Berita Terkait:  Tiga Hal dalam Mengelola Potensi Kekerasan Seksual Menurut Agama

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat apabila selama pelaksanaan program terdapat aktivitas mahasiswa yang kurang berkenan.

“Kami berharap simbiosis mutualisme ini dapat memberi dampak positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pelaksanaan Kegiatan Sarapan Sehat Disambut Antusias Siswa

Berakhirnya program UNG Mengajar Batch 8 bukan hanya menutup rangkaian kegiatan akademik,

tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian, pembelajaran, dan kenangan yang akan terus hidup dalam ingatan mahasiswa, sekolah, serta masyarakat Desa Yosonegoro. (MG-07) 

Berita Terkait:  Diikuti Tiga Kandidat, Besok Pemilihan Rektor UNG Digelar Tertutup