Alumnus Akpol 1996 ini menegaskan, Operasi Keselamatan Otanaha 2026 mengusung tema peningkatan keselamatan berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, operasi mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, khususnya kecelakaan fatal.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Operasi Lilin 2025 serta dinamika lalu lintas di wilayah Gorontalo, Polda Gorontalo menetapkan sejumlah sasaran prioritas penindakan.
Salah satunya adalah kendaraan bermotor yang tidak memenuhi standar pabrikan, baik kendaraan angkutan barang maupun kendaraan pribadi.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kendaraan truk dengan modifikasi berlebihan, serta kendaraan pribadi yang disalahgunakan sebagai angkutan travel ilegal.
Selain itu, petugas akan menindak penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai spesifikasi atau tidak resmi.
Penggunaan lampu strobo dan rotator tanpa izin juga menjadi sasaran operasi. Praktik tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain serta mengganggu ketertiban lalu lintas.
Melalui Operasi Keselamatan Otanaha 2026, Polda Gorontalo berharap tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas
dapat meningkat, sekaligus menurunkan angka kecelakaan di jalan raya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, terlebih menjelang Idul Fitri 2026,” pungkas Kombes Pol. Pramono Jati.(Tha)












