Gorontalo

PAIR Sulawesi Evaluasi Riset PLTS dan Pengelolaan Limbah di Puskesmas Biluhu

×

PAIR Sulawesi Evaluasi Riset PLTS dan Pengelolaan Limbah di Puskesmas Biluhu

Share this article
PAIR Sulawesi Evaluasi Riset PLTS dan Pengelolaan Limbah di Puskesmas Biluhu
Monev Akhir tahun PAIR Sulawesi oleh Pemerintah Indonesia dan Australia melalui DPPM, LPDP, DFAT tahun 2026 di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Jumat (9/10/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pengembangan energi bersih dan pengelolaan limbah nonmedis menjadi dua fokus penelitian yang dievaluasi melalui program Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi di Puskesmas Biluhu, Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Penjagub Tandatangani Kelengkapan Dokumen Revisi Ranperda RTRW

Evaluasi tersebut berlangsung dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) akhir tahun program PAIR Sulawesi 2026 di Desa Lobuto, Kecamatan Biluhu, Jumat (9/10/2026).

Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Australia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Berita Terkait:  Kedatangan 450 Jemaah Haji Gorontalo Kloter 12 Disambut Penjagub Rudy Salahuddin

Dua penelitian yang dibahas dalam monev tersebut masing-masing berfokus pada teknologi dan infrastruktur untuk transisi net zero puskesmas serta transformasi pengelolaan limbah nonmedis di puskesmas Kota Manado dan Kabupaten Gorontalo.

Pada penelitian NZ 2.1, tim periset yang dipimpin Prof. Arsyad mengkaji kebutuhan infrastruktur puskesmas yang rendah karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim. Kajian tersebut mencakup penyediaan energi, air bersih, sanitasi, pengolahan air limbah, hingga kondisi bangunan.

Berita Terkait:  IKA HPMIG Makassar Turut Sukseskan Jalan Sehat dan Donor Darah Peringatan HUT ke-80 PMI

Hasil penelitian diarahkan pada penyusunan rancangan teknologi yang mencakup tiga aspek utama. Pertama, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan skenario terhubung ke jaringan listrik (on-grid), mandiri (off-grid), dan kombinasi (hybrid).

Kedua, pemanfaatan air hujan melalui sistem rainwater harvesting untuk mendukung ketersediaan air bersih. Ketiga, pengembangan instalasi pengolahan air limbah.

Berita Terkait:  Tingkat Kesadaran Siswa Masih Rendah, Perekaman KTP-El Butuh Dukungan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag

Prof. Arsyad menjelaskan, pendekatan riset tersebut menempatkan infrastruktur sebagai satu sistem pelayanan yang terintegrasi. Penyusunan data dasar, rancangan awal, serta analisis kebutuhan energi, air, sanitasi, dan bangunan menjadi bagian dari tahapan penelitian.

Desain teknologi yang dihasilkan diharapkan dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah sehingga berpeluang diterapkan sesuai kebutuhan puskesmas dan masyarakat.

Berita Terkait:  IKA HPMIG Makassar Gelar Rakor, Bahas Finalisasi Struktur Organisasi Hingga Program Kerja

Sementara itu, penelitian NZ 2.5 yang dipimpin Dr. Eng. Ridwan Rahim membahas transformasi pengelolaan limbah nonmedis dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan model pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mulai dari proses pengumpulan hingga pengolahan.

Berita Terkait:  Penjagub Imbau Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan Jelang Pemilu 2024

Tim periset merekomendasikan penguatan infrastruktur pengolahan, optimalisasi rantai pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, serta penyusunan peta jalan untuk mendukung intervensi kebijakan dan regulasi.

Hasil akhirnya diharapkan berupa rancangan model pengelolaan limbah nonmedis yang dapat diterapkan di Puskesmas Biluhu.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Luncurkan Aplikasi SI-BESI

Dari sisi pemerintah daerah, Fungsional Peneliti Bidang Litbang Bappeda Provinsi Gorontalo, Mahyudin Humalanggi, menyampaikan bahwa dukungan terhadap penelitian NZ 2.1. Menurutnya, penelitian tersebut dapat berkontribusi terhadap pengambilan keputusan dan memperkuat penyusunan arah kebijakan yang sesuai dengan isu strategis daerah.

Adapun terkait penelitian NZ 2.5, Fungsional Peneliti Bidang Litbang Bappeda Provinsi Gorontalo, Nancy N. Lantapon, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melaksanakan kajian tata kelola persampahan pada 2025. Kajian tersebut ditindaklanjuti pada 2026 melalui evaluasi terhadap Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah.

Berita Terkait:  Wagub Idah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Bantuan Produksi

Berdasarkan hasil sementara evaluasi terhadap 46 pasal dalam regulasi tersebut, sekitar 60 persen dinilai layak untuk disesuaikan dengan ketentuan terbaru.

Pemerintah daerah juga berharap penelitian NZ 2.5 tidak berhenti pada penyusunan dokumen rekomendasi, tetapi dapat dikembangkan hingga menghasilkan teknologi pengolahan sampah plastik.

Berita Terkait:  Masuki Tahap Evaluasi, Program SKALA Kemitraan Australia-Indonesia Harus Dimanfaatkan dengan Baik

Teknologi tersebut diharapkan membantu pengelolaan limbah nonmedis di Puskesmas Biluhu secara lebih efektif, mengurangi kebutuhan pengiriman limbah melalui pihak ketiga, serta menekan biaya operasional.

Dukungan terhadap pengembangan kedua penelitian juga disampaikan perwakilan Pemerintah Australia untuk Indonesia, Rio.

Berita Terkait:  "Blue Fund" Diperkenalkan di Gorontalo

Dukungan tersebut meliputi penguatan publikasi pada jurnal internasional, penyempurnaan rekomendasi kebijakan berbasis bukti,

serta pengembangan desain percontohan dan replikasi model puskesmas berkelanjutan.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Luncurkan Aplikasi SI-BESI

Melalui monev ini, kedua penelitian diarahkan pada tahapan lanjutan berupa validasi teknis,

penyempurnaan desain, penyusunan rancangan percontohan, penguatan pemantauan kinerja,

Berita Terkait:  IKA HPMIG Makassar Turut Sukseskan Jalan Sehat dan Donor Darah Peringatan HUT ke-80 PMI

serta penyebarluasan rekomendasi kebijakan kepada para mitra.

Hasilnya diharapkan menjadi dasar pengembangan infrastruktur puskesmas yang rendah karbon dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.(Diyanti) 

Berita Terkait:  Masuki Tahap Evaluasi, Program SKALA Kemitraan Australia-Indonesia Harus Dimanfaatkan dengan Baik