Kab. Gorontalo

PASSA Al-Falah Bukan Sekadar Pentas, Sofyan Bidik Generasi Emas 2045

×

PASSA Al-Falah Bukan Sekadar Pentas, Sofyan Bidik Generasi Emas 2045

Share this article
PASSA Al-Falah Bukan Sekadar Pentas, Sofyan Bidik Generasi Emas 2045
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat membuka PASSA 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah.

Hargo.co.id, GORONTALO – Menyiapkan generasi emas 2045 tidak cukup hanya dengan membekali anak muda ilmu pengetahuan. Kreativitas, karakter, dan nilai-nilai keislaman juga harus menjadi fondasi. Semangat inilah yang tercermin dalam Pagelaran Akbar Seni Santri Al-Falah (PASSA) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah.

Berita Terkait:  Kejar Target PSN Senilai Rp. 1,7 Miliar, Pemkab Gorontalo Percepat Realisasi UPLAND

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan, PASSA bukan sekadar panggung hiburan atau ajang unjuk kemampuan santri. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Pesan itu disampaikan Sofyan saat membuka PASSA 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah, Sabtu (10/10/2026) malam.

Berita Terkait:  Kenaikan Gaji 8 Persen Segera Direalisasikan Pemkab Gorontalo

Menurut Sofyan, seni dan budaya dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan potensi santri sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukan hanya pertunjukan seni atau ajang menampilkan kreativitas para santri, tetapi juga wadah pendidikan, pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta penanaman nilai-nilai keislaman melalui seni dan budaya,” ujar Sofyan Puhi.

Berita Terkait:  Wabup Tonny Apresiasi Penegakan Hukum di Wilayah Kabgor

Memasuki penyelenggaraan kelima, PASSA dinilai menjadi bukti konsistensi Pondok Pesantren Al-Falah dalam memberikan ruang bagi para santri untuk menggali potensi, mengasah keterampilan, dan mengekspresikan kreativitas mereka.

Bagi Sofyan, upaya semacam ini penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Berita Terkait:  Kepsek SD-SMP di Kabgor Wajib Ikuti Orientasi Kepalangmerahan

Generasi masa depan tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter kuat, identitas yang jelas,

serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Berita Terkait:  Pengelolaan Pasar: Pemkab Gorontalo akan Adopsi Sistem Pasar Bersehati

Namun, ia mengingatkan, pembentukan generasi berkualitas bukan hanya menjadi tanggung jawab pesantren atau lembaga pendidikan. Pemerintah, keluarga, dan masyarakat harus berjalan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Sofyan Puhi juga berpesan agar para santri terus mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan identitas diri dan budaya lokal yang menjadi warisan leluhur.

Berita Terkait:  HUT ke-80 Kejaksaan, Kejari Kabgor Siap Kawal Keadilan dan Kepentingan Rakyat

“Era hari ini adalah era kalian. Pertahankan dedikasi, pertahankan jati diri, dan pertahankan budaya leluhur kita,” pesannya.

Pembukaan PASSA 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo,

Berita Terkait:  Diancam Pake Sajam, Kades Cisadane Gorut Polisikan Warganya

Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah, serta orang tua santri.

Melalui PASSA, pesantren diharapkan terus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tidak hanya berprestasi,

Berita Terkait:  RPJPD 2025-2045 Diserahkan ke DPRD, Syukri: Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

tetapi juga berakhlak, berbudaya, dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Adv)