Hargo.co.id, GORONTALO – Nampaknya harapan untuk pembangunan jalan bypass Pontolo-Ombulodata di tahun 2024 ini belum akan terwujud.
Menjawab pemberitaan sebelumnya dari Komisi II DPRD Gorut terkait jalan tersebut dan juga imbauan aleg PKS, Gustam Ismail soal pemenuhan kewajiban daerah terkait pelaksanaan program yang didanai pusat, Kepala Dinas PUPR Gorut, Haris Latif mengatakan ruas jalan Pontolo-Ombulodata belum dapat dikerjakan tahun 2024 ini.
“Iya belum dapat dilaksanakan. Karena ada hal lain yang harus disiapkan oleh daerah yang belum dapat dipenuhi saat ini,” ungkap Haris.
Haris mengungkapkan, kewajiban yang belum dapat dipenuhi yaitu ketersediaan lahan dan juga ada persyaratan lainnya yang harus disesuaikan dengan regulasi terbaru dari kementerian.
“Pusat mau memberikan anggaran, namun daerah harus mempersiapkan lahan. Untuk lahan ini belum dapat disiapkan oleh daerah karena memang belum ada anggarannya,” jelasnya.
Namun terkait dengan penyesuaian regulasi, kata Karis sudah dilakukan. Bahkan, menurutnya, untuk perencanaannya juga telah rampung dan siap untuk dipresentasekan.
“Bupati juga memberikan perhatian terhadap jalan ini, kami sudah dua kali diundang untuk membicarakan soal lanjutan pekerjaan jalan Pontolo-Ombulodata tersebut,” tegasnya.
Pihaknya kata Kadis PUPR, berharap agar tahunn 2024 ini ada kejelasan soal jalan tersebut, dan menurut Haris itu ada kemungkinan terealisasi.
“Jika dilihat, ibu Bupati juga berkeinginan agar jalan tersebut dapat segera terbangun, sehingga akan mendukung jalur perekonomian daerah. Dan pastinya ini merupakan akses penting dan akan merubah wajah Gorut nantinya ketika jalan tersebut sudah jadi,” ujarnya.
Untuk lahan secara Jujur Haris mengatakan bahwa memang pihaknya masih kekurangan anggaran. Dan juga ada perubahan sedikit jalur jalan tersebut karena menyesuaikan dengan regulasi terbaru dan juga persyaratan lainnya.
Pernyampaian Kadis PUPR itu langsung ditanggapi Ketua Komisi II, Andi Matawang dan juga Gustam Ismail. Keduanya berharap agar jalan tersebut segera akan terwujud.
“Dan pastinya kami tetap akan mengagendakan rapat untuk membicarakannya,” tandas Andi danĀ Gustam.(*)
Penulis: Alosius M. BudimanĀ












