HeadlineMetropolis

Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo

×

Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo

Share this article
Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo
Flyer demo organisasi media di Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Koalisi organisasi media di Gorontalo yang terdiri dari AJI, IJTI, PWI, AMSI, SMSI dan JMSI akan menggelar demonstrasi, Sabtu (25/5/2024).

Berita Terkait:  DBH PKB untuk Kabupaten/Kota Belum Terealisasi 100 Persen, Ini Penjelasan Badan Keuangan Provinsi

Organisasi konstituen Dewan Pers di Gorontalo ini menolak draft Revisi

Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang saat ini tengah digodok DPR RI.

Koordinator aksi, I Kadek Sugiarta, dalam keterangannya mengatakan, aksi yang akan dilakukan merupakan bentuk protes keras kepada DPR RI.

Berita Terkait:  Terseret Arus Saat Mandi di Pantai, Bocah 12 Tahun di Pohe Ditemukan Meninggal Dunia

Menurutnya, revisi yang awalnya diharapkan akan menciptakan keadilan bagi industri penyiaran di era kemunculan media-media digital baru, kini justru dikhawatirkan akan mengancam kebebasan pers.

Salah satu yang menjadi kontroversi, menurut Kadek, adalah larangan menayangkan konten eksklusif investigasi, yang tercantum dalam Pasal 50B ayat 2.

Berita Terkait:  Kantor Satpol PP Diduga Diserang Sejumlah Oknum Polisi, Adhan Minta Kapolda Beri Sanksi Tegas

Selain liputan investigasi, Kadek mengatakan, ada 10 jenis siaran dan konten yang juga dilarang karena dianggap tidak sesuai dengan kaidah standar isi siaran (SIS).

Diantaranya adalah larangan menayangkan konten yang mengandung unsur mistik,

pengobatan supranatural, serta manipulasi negatif informasi dan hiburan melalui

lembaga penyiaran atau platform digital.

Berita Terkait:  Sidang Perkara Jual Beli SPBE Bumi Panua Kembali Bergulir, Ali Rajab: Kesaksian Sales Pertamina Bohong

“Kalau definisi penyiaran ini diperluas, maka ada potensi ancaman terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di platform digital, terutama dengan banyaknya media alternatif baru yang bermunculan. Jadi kami dari koalisi jurnalis di Gorontalo secara tegas menolak,” ucap Kadek.

Untuk penayangan konten liputan investigasi, Kadek mengatakan bahwa hal itu bertentangan juga dengan Pasal 4 Ayat 2 UU Pers.

Berita Terkait:  Lolosnya 4 Kontainer Batu Hitam, Kapolda Diminta Jangan Tunggu Gelombang Demonstrasi

Kata Dia, dalam aturan itu jelas tertuang bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberedelan, maupun pelarangan penyiaran.

“Karena ini bentuk pembungkaman terhadap pers, kama kami insan jurnalis di Gorontalo tegas menolak,” tandas Kadek. (*) 

Berita Terkait:  1.768 Bungkus Rokok Ilegal Diamankan di Pelabuhan Gorontalo