HeadlineMetropolis

Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo

×

Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo

Share this article
Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo
Flyer demo organisasi media di Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Koalisi organisasi media di Gorontalo yang terdiri dari AJI, IJTI, PWI, AMSI, SMSI dan JMSI akan menggelar demonstrasi, Sabtu (25/5/2024).

Berita Terkait:  Oknum ASN Pemkab Boalemo Diduga Aniaya Seorang ABG di Botumoito

Organisasi konstituen Dewan Pers di Gorontalo ini menolak draft Revisi

Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang saat ini tengah digodok DPR RI.

Koordinator aksi, I Kadek Sugiarta, dalam keterangannya mengatakan, aksi yang akan dilakukan merupakan bentuk protes keras kepada DPR RI.

Berita Terkait:  Gunakan Knalpot Brong, 38 Kendaraan Diamankan Polres Pohuwato

Menurutnya, revisi yang awalnya diharapkan akan menciptakan keadilan bagi industri penyiaran di era kemunculan media-media digital baru, kini justru dikhawatirkan akan mengancam kebebasan pers.

Salah satu yang menjadi kontroversi, menurut Kadek, adalah larangan menayangkan konten eksklusif investigasi, yang tercantum dalam Pasal 50B ayat 2.

Berita Terkait:  Raih Kategori Madya, Pemkot Gorontalo Sukses Naikkan Peringkat di Penganugerahan KLA

Selain liputan investigasi, Kadek mengatakan, ada 10 jenis siaran dan konten yang juga dilarang karena dianggap tidak sesuai dengan kaidah standar isi siaran (SIS).

Diantaranya adalah larangan menayangkan konten yang mengandung unsur mistik,

pengobatan supranatural, serta manipulasi negatif informasi dan hiburan melalui

lembaga penyiaran atau platform digital.

Berita Terkait:  Peringati HUT ke-79 RI, Polsek Popayato Gelar Touring dan Sejumlah Lomba

“Kalau definisi penyiaran ini diperluas, maka ada potensi ancaman terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di platform digital, terutama dengan banyaknya media alternatif baru yang bermunculan. Jadi kami dari koalisi jurnalis di Gorontalo secara tegas menolak,” ucap Kadek.

Untuk penayangan konten liputan investigasi, Kadek mengatakan bahwa hal itu bertentangan juga dengan Pasal 4 Ayat 2 UU Pers.

Berita Terkait:  Kemarau Menggila, Krisis Air Hantam Gorontalo

Kata Dia, dalam aturan itu jelas tertuang bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberedelan, maupun pelarangan penyiaran.

“Karena ini bentuk pembungkaman terhadap pers, kama kami insan jurnalis di Gorontalo tegas menolak,” tandas Kadek. (*) 

Berita Terkait:  Tampil dengan Tema Warna Adat Gorontalo, Arzetta Ramadhani Gobel Pukau Pengunjung IFW 2024