Persepsi

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

×

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

Share this article
Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah
Husin Ali

Sekolah Terdekat Harus Menjadi Pilihan Terbaik saat ini menjadi tantangan yang perlu menjadi perhatian utama dalam transformasi pendidikan Kota Gorontalo. Kita ingin setiap satuan pendidikan menjadi sekolah yang dipercaya oleh masyarakat. Kita ingin orang tua merasa yakin bahwa sekolah di dekat tempat tinggalnya mampu memberikan pendidikan yang bermutu, membangun karakter, mengembangkan bakat, dan mempersiapkan masa depan anak-anak mereka.

Berita Terkait:  PPHN dan Pembangunan yang Berkelanjutan

Pilihan orang tua terhadap sekolah bukan semata-mata keputusan administratif. Dari perspektif antropologi, pilihan tersebut berkaitan dengan kepercayaan, pengalaman keluarga, reputasi sosial, harapan terhadap masa depan, dan persepsi mengenai kualitas pendidikan.

Ketika orang tua memilih sekolah yang jauh dari tempat tinggal, keputusan itu dapat dipengaruhi oleh keyakinan bahwa sekolah tersebut memiliki pembelajaran lebih baik, lingkungan lebih aman, kedisiplinan lebih kuat, atau peluang pengembangan diri yang lebih luas. Persepsi seperti ini perlu dipahami sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu seluruh satuan pendidikan.

Berita Terkait:  Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

Karena itu, kita tidak cukup hanya mengimbau masyarakat agar menyekolahkan anak di sekolah terdekat. Kepercayaan tidak dapat dibangun melalui imbauan semata. Kepercayaan harus tumbuh dari pengalaman nyata ketika orang tua melihat anaknya berkembang, guru mengajar dengan baik, kepala sekolah memimpin secara terbuka, lingkungan sekolah aman, dan pembelajaran memberikan hasil yang bermakna.

Sekolah terdekat harus menjadi pilihan terbaik bukan karena jaraknya, melainkan karena kualitasnya. Cita-cita ini tidak berarti membatasi hak orang tua dan anak untuk memilih sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. Yang hendak dibangun adalah kondisi ketika keluarga tidak merasa harus mencari sekolah jauh dari rumah hanya untuk memperoleh pendidikan yang baik. Setiap sekolah di setiap wilayah harus memiliki kualitas dan daya tarik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berita Terkait:  Menempatkan Sejarah pada Tempatnya: Antara Ruang Peristiwa, Status Cagar Budaya dan Tanggung Jawab Pemkot

Untuk mencapai tujuan tersebut, peningkatan mutu tidak boleh hanya terpusat pada sekolah yang telah memiliki reputasi baik. Sekolah yang masih menghadapi tantangan justru harus mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan. Pemerataan mutu harus menjadi prinsip, agar tidak tercipta kesenjangan antara sekolah yang menjadi favorit dan sekolah yang kurang diminati.

Setiap sekolah perlu memiliki keunggulan yang tumbuh dari potensi peserta didik dan lingkungan sekitarnya. Ada sekolah yang dapat mengembangkan kekuatan literasi, ada yang unggul dalam seni dan kebudayaan, ada yang menumbuhkan prestasi olahraga, dan ada pula yang mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan.

Berita Terkait:  Jokowi Itu Siapa di Gadis Kretek?

Perbedaan keunggulan itu bukan untuk menciptakan kasta antarsekolah. Semua sekolah tetap harus memenuhi standar mutu yang berlaku, memberikan layanan pendidikan yang layak, dan menjamin kesempatan belajar yang adil. Keunggulan menjadi ciri yang memperkaya pilihan, bukan alasan untuk mengabaikan sekolah lain.

Dengan demikian, instruksi agar tidak ada anak yang tidak sekolah dapat bergerak menuju cita-cita yang lebih tinggi: setiap anak bersekolah, setiap sekolah terus bertumbuh, dan setiap keluarga memiliki alasan untuk mempercayai sekolah di lingkungannya.

Berita Terkait:  Sisa Kemegahan: Batu Karang Putih Menanti Ajal di Tengah Ketidakpedulian

Make Up School: Membenahi Mutu, Bukan Sekadar Penampilan. Gerakan Make Up School di Kota Gorontalo perlu ditempatkan dalam kerangka transformasi tersebut. Maknanya tidak cukup dipersempit menjadi mempercantik bangunan, mengecat dinding, atau menata halaman sekolah. Pembenahan fisik penting, tetapi harus berjalan bersama pembenahan budaya dan mutu pembelajaran.

Sekolah yang benar-benar berubah adalah sekolah yang menghadirkan lingkungan aman, pembelajaran bermutu, guru yang terus berkembang, karakter yang tumbuh, teknologi yang digunakan secara bijak, serta kebudayaan yang hadir dalam keseharian peserta didik.
Gorontalo Memulai
Persepsi

Guru harus merasa cukup percaya diri untuk menggunakan…