Kota Gorontalo

Penerapan Retribusi Coffe Street Pemkot: Hanya Rp. 10 Ribu, Tak Bikin Kantong Pedagang Jebol

×

Penerapan Retribusi Coffe Street Pemkot: Hanya Rp. 10 Ribu, Tak Bikin Kantong Pedagang Jebol

Share this article
Penerapan Retribusi Coffe Street Pemkot: Hanya Rp. 10 Ribu, Tak Bikin Kantong Pedagang Jebol
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel tengah menikmati produk UMKM di Coffe Street yang ada di Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.

Hargo.co.id, SULUT – Pemerintah Kota Gorontalo bersiap memberlakukan pungutan retribusi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan Coffe Street dan sejumlah titik strategis lainnya di wilayah kota.

Berita Terkait:  Tournament Pencak Silat Wali Kota Cup 2025: Peserta Membludak, Perguruan dari 4 Provinsi Luar Gorontalo Ambil Bagian

Kebijakan ini akan menyasar pedagang yang beraktivitas di Pelataran Sentral (PS), trotoar Jalan Jhon Ario Katili, Jalan Nani Wartabone, Jalan Cokroaminoto, hingga area depan Kantor Wali Kota Gorontalo. Setiap lapak nantinya akan dikenakan retribusi sebesar Rp10 ribu per hari.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa pungutan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah untuk menata aktivitas perdagangan sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Berita Terkait:  Penempatan Pedagang di Pasar Sentral Pakai Sistem Cabut Lot

Besaran tarif retribusi yang akan ditarik dari tiap pedagang sangatlah murah dan tak bikin kantong pedagang jebol. Yaitu, Rp. 10 ribu per hari untuk setiap lapak. Angka itu, bahkan sudah termasuk biaya kebersihan.

“Rp10 ribu per lapak per hari, itu sudah termasuk biaya kebersihan,” ujar Adhan saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026) ketika dirinya berada di kawasan Coffe Street Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Berita Terkait:  Lima Komoditas Penyumbang Utama Inflasi Kota Gorontalo di Bulan April

Menurutnya, kebijakan serupa juga diterapkan di berbagai daerah lain.

Namun, di Kota Gorontalo, pemerintah memberikan masa toleransi terlebih dahulu kepada para pelaku UMKM

Berita Terkait:  Semangat Adhan Dambea Ikuti Retret Kepala Daerah

agar dapat mengembangkan usaha mereka sebelum dikenakan kewajiban membayar retribusi.

Ia menyebut, masa tenggang itu dimaksudkan agar pelaku usaha memiliki kesempatan menstabilkan pendapatan sebelum dibebani pungutan rutin harian.

Berita Terkait:  Permen Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010: Eks Rumah Jawatan Kantor Pos Tak Masuk Cagar Budaya

“InsyaAllah segera diberlakukan. Nilainya Rp10 ribu,” katanya.

Pemkot berharap penerapan retribusi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu geliat ekonomi UMKM,

Berita Terkait:  Usai Aksi Solidaritas ASN, Sejumlah Pejabat Pemkot Diduga Didatangi Polisi, Ada Apa?

sekaligus memberi kontribusi terhadap pembiayaan pembangunan dan layanan publik di Kota Gorontalo.(Adv)