Advertorial

Prioritaskan ‘Fairness’, Progres Realisasi Tali Asih PGP Capai 73 Persen

×

Prioritaskan ‘Fairness’, Progres Realisasi Tali Asih PGP Capai 73 Persen

Share this article
Prioritaskan ‘Fairness’, Progres Realisasi Tali Asih PGP Capai 73 Persen
Salah satu warha ketika menerima program tali asih dari PGP.

Hargo.co.id, GORONTALO – Progres realisasi tali asih bagi penambang di area konsesi perusahaan di Blok Kolokoa kini mencapai 73 persen. Itu artinya, Pani Gold Project akan melanjutkan proses tali asih ke blok berikutnya, yakni Blok Alamotu.

Berita Terkait:  Soal SDM Gorontalo, PGP Komitmen Berikan Kontribusi Positif Berkelanjutan

Direktur Utama PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) Boyke Abidin menyambut baik capaian realisasi dan proses pemberian tali asih tersebut.

“Sampai hari ini kita sudah merealisasikan program tali asih bagi penambang di Blok Kolokoa. Realisasi mencapai 73 persen,” kata Boyke pada Rabu, (1/11/2023).

Berita Terkait:  Harga BBM Kewenangan Pemerintah, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok di Sulawesi Aman

PT.GSM, bersama PT. Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), PT. Pani Bersama Tambang (PBT) dan PT.Mentari Alam Persada (MAP), mengelola proyek emas Pani Gold Project di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato. Empat entitas usaha tersebut di bawah PT.Merdeka Copper Gold Tbk. yang telah memiliki pengalaman dalam praktek pertambangan yang baik (good mining practices).

Boyke menambahkan bahwa secara umum proses wawancara, verifikasi dan negosiasi tali asih berjalan secara kekeluargaan dan mengutamakan fairness.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Pastikan Operasional Energi Tetap Aman Pasca Gempa Sulut-Malut

“Kita bersyukur, proses tali asih ini berjalan lancar. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, proses ini menjunjung tinggi nilai-nilai jujur, transparan dan adil,” tambahnya.

Banyak penambang yang berkegiatan di area konsesi Pani Gold Project menyadari bahwa lokasi kegiatan mereka adalah hutan milik negara, oleh karena itu mereka bersedia menerima tali asih dan tidak lagi berkegiatan di area sekitar proyek.

Berita Terkait:  Sawaludin Diterpa Isu Money Politik, Begini Tanggapan Ketua Tim Sukses

Mereka berharap perusahaan bisa melanjutkan kegiatan konstruksi dan memulai tahapan produksi sesuai jadwal.

“Saya rasa pemberian tali asih ini sudah sesuai. Yang penting ada tali asih pagi penambang. Kami tahu ini (lokasi kegiatan kami) tanah milik negara,” kata Walson Samarang, salah satu penambang yang berkegiatan di Kolokoa.

Dirinya berharap perusahaan nantinya akan merekrut tenaga kerja lokal sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki.

“Kami berharap kalau ada lowongan kerja, masyarakat Hulawa diprioritaskan. Semoga nanti juga ada program pemberdayaan ekonomi dan masyarakat,” tambahnya.

Berita Terkait:  RSUD ZUS Ketambahan Dokter Spesialis

Untuk diketahui, proses pemberian tali asih ini dimulai dengan wawancara, dimana penambang menjelaskan kegiatannya dan properti yang dioperasikan. Penambang juga menjelaskan kapan mereka mulai berkegiatan dan kapan mereka berhenti, jika memang mereka sudah tidak berkegiatan.

Beberapa undangan tidak bisa menjelaskan secara gamblang, karena mereka ternyata mewarisi lokasi dan properti dari orangtua mereka. Saat verifikasi lapangan, mereka pun kesulitan menunjukkan lokasi paretan atau pasolo karena sudah hilang atau lokasi ditumbuhi tanaman semak akibat ditinggal terlalu lama.

Berita Terkait:  Hamzah: Sawaludin Sangat Layak ke DPR RI

Sementara itu, salah satu penambang yang menerima uang tali asih, Idris Rifai mengatakan, dirinya mendukung penuh kegiatan perusahaan karena akan membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pohuwato.

“Harapan saya supaya teman-teman bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan karena perusahaan telah memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Pada khususnya, anak-anak kita bisa bekerja di perusahaan,” kata Idris.(*) 

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM dan LPG Tetap Normal Pascagempa di Parimo

Penulis: Riyan Lagili