Legislatif

Siasati Pemangkasan TKD, Deprov Minta Potensi Pajak dan PAD Dioptimalkan

×

Siasati Pemangkasan TKD, Deprov Minta Potensi Pajak dan PAD Dioptimalkan

Share this article
Siasati Pemangkasan TKD, Deprov Minta Potensi Pajak dan PAD Dioptimalkan
Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ke DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Hargo.co.id, KALTIM – Pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah mencari strategi baru untuk menjaga stabilitas fiskal.

Berita Terkait:  Bahas Potensi Pajak dan Retribusi, Pansus DPRD Gorut Rapat Bersama OPD Teknis

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah mengoptimalkan potensi pajak dan sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang selama ini belum tergarap maksimal.

Hal tersebut mengemuka saat Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan studi komparasi ke DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Berita Terkait:  Ketua Dekab Gorut Optimis Agenda Penting Kelembagaan Bisa Tuntas

Rombongan yang terdiri dari Limonu Hippy, Suyuti, dan Hamzah Idrus diterima Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Firnandi Ikhsan, bersama Koordinator Fasilitasi Pengawasan dan tim ahli komisi.

Kunjungan tersebut difokuskan pada upaya menggali informasi terkait strategi peningkatan PAD, baik yang bersumber dari pajak daerah, retribusi, maupun pendapatan sah lainnya.

Berita Terkait:  Reses di Dulupi, Rensi Makuta Dorong Sinergi Desa dengan DPRD

Termasuk di dalamnya optimalisasi penerimaan royalti dari sektor pertambangan.

Dalam pertemuan itu terungkap, Kalimantan Timur juga menghadapi dampak pemotongan TKD. Namun, daerah tersebut tetap mampu menjaga kinerja pendapatannya dengan berbagai langkah optimalisasi.

Berita Terkait:  Komisi IV Deprov Tinjau Penyaluran Bantuan UEP di Limboto Barat

Saat ini PAD Kalimantan Timur berada pada kisaran Rp7 triliun hingga Rp8 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi lebih dari Rp10 triliun pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah memaksimalkan penerimaan dari sektor pajak yang selama ini belum tergarap optimal. Di antaranya pajak air permukaan, pajak alat berat, serta pajak penggunaan bahan bakar minyak.
Berita Terkait:  Perubahan APBD Gorut: Pendapatan Bertambah, Belanja Berkurang

Pemerintah daerah juga melakukan pendataan dan evaluasi terhadap kewajiban perpajakan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Untuk memperkuat langkah itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membentuk Tim Terpadu Pendataan, Pengawasan, dan Optimalisasi PAD melalui keputusan gubernur.

Berita Terkait:  DPRD Sahkan SOTK Baru, Jumlah OPD Kabupaten Gorontalo Dipangkas Jadi 24

Tim ini melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, Polda, Korem, Kejaksaan Tinggi, Bea Cukai, pemerintah kabupaten/kota, serta sejumlah lembaga terkait lainnya.

Tim terpadu tersebut bertugas melakukan pendataan sekaligus pengawasan terhadap berbagai potensi penerimaan daerah agar dapat dimaksimalkan dan tidak terjadi kebocoran.

Berita Terkait:  Penolakan LPj APBD 2022, Deasy: Bentuk Komitmen dan Konsistensi PDIP

Selain sektor pajak, Kalimantan Timur juga terus mendorong peningkatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap PAD. BUMD didorong menjadi lebih kompetitif sehingga mampu memberikan keuntungan yang lebih besar bagi daerah.

Potensi penerimaan dari sektor retribusi, termasuk layanan rumah sakit dan pusat perbelanjaan, juga menjadi perhatian.

Berita Terkait:  Program Aspirasi Ringankan Beban PEKKA, Nasir: Mereka Perempuan Tangguh Tumpuan Hidup Keluarga

Sementara itu, terkait Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan batu bara, minyak, dan gas bumi, DPRD Kalimantan Timur menyebut mekanisme pembagiannya telah memiliki ketentuan yang jelas dari pemerintah pusat sehingga daerah tetap optimistis terhadap realisasi penerimaannya.

Komisi II DPRD Kalimantan Timur menilai penguatan fungsi pengawasan DPRD menjadi salah satu kunci dalam mendorong peningkatan PAD.

Berita Terkait:  Ketua DPRD Boalemo Tegaskan APBD Harus Berpihak pada Rakyat

Saat ini sekitar 80 persen APBD Kalimantan Timur ditopang oleh PAD, dengan kontribusi terbesar berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),

sedangkan sekitar 10 persen berasal dari retribusi daerah.

Berita Terkait:  Dekab dan Pemkab Boalemo Sepakati KUA-PPAS Perubahan 2025

Melalui kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berharap berbagai strategi yang diterapkan Kalimantan Timur

dapat menjadi referensi dalam mendorong optimalisasi potensi PAD di Gorontalo.

Berita Terkait:  Perubahan APBD Gorut: Pendapatan Bertambah, Belanja Berkurang

Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus menopang program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Rmb)