Legislatif

Aleg PKS Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Gorut

×

Aleg PKS Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Gorut

Sebarkan artikel ini
Aleg PKS Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Gorut
Aleg DPRD Gorut, Windra Lagarusu.

Hargo.co.id, GORONTALO – Aleg PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Windra Lagarusu menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di Kabupaten Gorut.

Berita Terkait:  Komisi II DPRD Gorut Gelar Rapat Evaluasi Program

Hal ini ditegaskan oleh Windra saat berbincang dengan awak media belum lama ini. Windra menegaskan bahwa dirinya yang masuk dalam Komisi III DPRD Gorut belum lama ini menggelar rapat bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi mitra kerja.

“Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa kasus kekerasan anak dan perempuan terus menunjukan peningkatan, dan daerah harus mengambil langkah cepat dan tegas dalam rangka upaya pencegahan,” kata Windra Lagarusu.

Berita Terkait:  Bapemperda DPRD Kabgor Bahas Ranperda RTRW

Salah satu kasus yang menjadi perhatian, kata Windra yakni terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Tolinggula tepatnya di Desa Limbato.

“Terhadap kasus ini, kami secara kelembagaan meminta kepada OPD terkait untuk menseriusinya. Pasalnya ada indikasi atau dugaan pelakunya adalah oknum kepala desa,” tegasnya.

Berita Terkait:  Fiskal Terbatas, DPRD Kabgor Tetap Komit Jalankan Fungsi Kerakyatan

Bagi Windra, persoalan kekerasan anak dan perempuan ini harus menjadi skala prioritas daerah untuk dapat menanganinya. Dalam artian ada langkah yang terstruktur dan terukur untuk melaksanakan tindakan pencegahan sampai penanganan.

“Pasalnya yang menjadi korban perempuan, apalagi ada juga yang masih dibawah umur dan usia sekolah. Tentu ini memprihatinkan dan harus segera diseriusi untuk dilakukan langkah penanganan bersama,” ujarnya.

Berita Terkait:  Fraksi PDIP Kabgor Berharap APBD 2025 Dapat Dioptimalkan

Disisi lain juga hal ini cukup dilematis, banyak dugaan perkara atau tindak kekerasan anak dan perempuan yang terjadi,

namun pemerintah melalui instansi terkait tidak didukung oleh anggaran yang memadai serta fasilitas yang belum maksimal.

Berita Terkait:  Temui Korban Kebakaran di Mootinelo, Roni Imran Serahkan Bantuan

“Ini juga sebenarnya menjadi problem yang harus dibicarakan secara bersama,

agar persoalan klasik ini dapat ditekan, bahkan hilang dari Gorut,” kata Windra Lagarusu.

Berita Terkait:  Diduga Tak Sesuai Aturan, Pengangkatan Kapus Diselidiki Komisi IV DPRD Kabgor

Diketahui dari tahun ke tahun, angka atau tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di Kabupaten Gorut cukup tinggi. Kemudian mereka yang mengalami tindak kekerasan juga ada yang melapor namun ada juga yang merasa enggan dengan berbagai macam alasan atau pertimbangan.

Salah satunya yang sempat ditemui oleh awak media ini, korban kekerasan anak di Kecamatan Tomilito,

Berita Terkait:  Terkait Kondisi Keuangan Gorut, Deasy: Jauh Hari Sudah Kami Ingatkan

yang sampai anak usia sekolah tersebut melahirkan anaknya, kasusnya belum jelas penanganannya.

Padahal, telah dilaporkan ke pihak berwajib.(Alosius) 

Berita Terkait:  Sukses Gelar Apel Akbar, PPDI Diapresiasi Ketua DPRD Kabgor