Gorontalo

Polemik MBG di Bone Pesisir Menguat, Wagub Idah Serap Aspirasi Mahasiswa

×

Polemik MBG di Bone Pesisir Menguat, Wagub Idah Serap Aspirasi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Polemik MBG di Bone Pesisir Menguat, Wagub Idah Serap Aspirasi Mahasiswa
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kaban Kesbangpol, jajaran anggota DPRD Provinsi Gorontalo komisi IV, bersmaa perwakilan IPMBP, usai rapat bersama terkait evaluasi MBG, di Rumah Dinas Wagub, Senin (20/04/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Polemik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bone Pesisir memicu perhatian luas, mulai dari kalangan mahasiswa hingga penyelenggara di lapangan.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Usul Perluasan Kota Gorontalo ke DPR RI

Perdebatan yang sempat mengemuka kini mengarah pada satu fokus utama, pembenahan sistem agar program berjalan lebih baik dan tepat sasaran.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Pesisir (IPMBP) saat bertemu Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, di rumah dinasnya, Senin (20/4/2026).

Berita Terkait:  Penjagub Minta Partisipasi Instansi Pemerintah dan Swasta, Sukseskan Aktivasi IKD di Gorontalo

Dalam dialog itu, mahasiswa memaparkan sejumlah temuan di lapangan, termasuk kasus makanan MBG yang diduga mengandung belatung dan sempat viral.

Ketua IPMBP, Usman Djauhari, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak program tersebut. Menurutnya, MBG merupakan langkah positif pemerintah, namun implementasinya perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Berita Terkait:  Satpol PP Provinsi Turut Amankan Aksi Unjuk Rasa di Bundaran HI

“Kami mendukung program ini, tapi ada persoalan teknis yang harus segera dibenahi agar tidak merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan adanya tekanan terhadap warga yang menyampaikan keluhan.

Berita Terkait:  Jadi Ajang yang Bisa Angkat Martabat Gorontalo, RG Dukung Penuh GHM 2025

Mereka menilai, masyarakat seharusnya diberikan ruang aman untuk menyampaikan kritik tanpa rasa takut.

Menanggapi isu yang berkembang, Kepala SPPG Desa Tihu, Alwin Karim, memberikan klarifikasi.
Berita Terkait:  Program Ketahanan Pangan: 5.642 Hektar Lahan di Pohuwato Disulap jadi Sawah Baru

Ia menjelaskan bahwa makanan yang didistribusikan ke sekolah telah melalui proses pengecekan dan dalam kondisi layak konsumsi saat diterima.

Menurutnya, dugaan munculnya belatung kemungkinan terjadi setelah makanan tidak langsung dikonsumsi dan dibawa pulang oleh siswa.

Berita Terkait:  Kementan Sambut Baik Program Pengembangan Peternakan Sapi di Gorontalo

Faktor penyimpanan yang kurang tepat, serta kondisi lingkungan, disebut dapat memicu munculnya larva.

Terkait tudingan intimidasi, Alwin membantah keras. Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya melakukan klarifikasi kepada warga, tanpa adanya tekanan, dan proses tersebut turut difasilitasi pemerintah desa.

Berita Terkait:  BPBD Provinsi Gandeng Pelaku Usaha dalam Penanggulangan Bencana

Sementara itu, Wakil Gubernur Idah Syahidah menilai penyampaian aspirasi mahasiswa sebagai bentuk kepedulian yang konstruktif. Ia memastikan pemerintah terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program.

Ia juga mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gorontalo agar menjaga standar kualitas makanan yang disalurkan.

Berita Terkait:  Pimpin Rakorev, Zukri Suratinojo Apresiasi Kinerja Dukcapil Kabupaten dan Kota

“Kualitas tidak boleh ditawar. Semua komponen makanan, baik lauk, sayur, hingga buah harus benar-benar layak konsumsi,” tegasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik temu antara berbagai pihak sekaligus momentum evaluasi bersama, agar pelaksanaan Program MBG ke depan lebih optimal, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(Rls) 

Berita Terkait:  Pjs. Bupati Gorontalo dan Bone Bolango Dilantik Besok