Kabar Nusantara

12 Penumpang Rombongan Pengantin Tewas dalam Kecelakaan Maut

×

12 Penumpang Rombongan Pengantin Tewas dalam Kecelakaan Maut

Share this article
12 Penumpang Rombongan Pengantin Tewas dalam Kecelakaan Maut
Kondisi pikap Daihatsu Gran Max yang mengangkut rombongan pengantin hancur setelah terlibat kecelakaan maut di Jalur Pantura Lohbener, Indramayu, Ahad (12/7/2026 ). Sebanyak 12 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JABAR – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura), Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bertambah menjadi 12 orang.

Berita Terkait:  Gelar Bazar UMKM di Peringatan Hari Ibu ke-97, Cara Merlan Uloli Gairahkan Perekonomian Daerah

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Ahad (12/7/2026) siang dan melibatkan rombongan yang baru pulang dari menghadiri acara pernikahan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu AKP Undang Syarif mengatakan, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berita Terkait:  Ayah Kandung di Kediri Membunuh Anak Perempuannya: Motif Sakit Hati

Namun, jumlah korban tewas terus bertambah setelah sejumlah korban yang menjalani perawatan di rumah sakit tidak dapat diselamatkan.

“Awalnya tiga orang meninggal di tempat kejadian. Setelah mendapatkan penanganan medis, beberapa korban lainnya meninggal dunia sehingga total korban meninggal mencapai 12 orang,” ujar Undang Syarif, dikutip dari Antara.

Berita Terkait:  Polda Gorontalo - BWS Perpanjang Kesepakatan Kerja Sama

Menurut dia, kecelakaan bermula saat mobil bak terbuka Daihatsu Gran Max yang mengangkut rombongan pengantin hendak berputar arah setelah mengantar penumpang ke lokasi acara pernikahan.

Saat melakukan manuver tersebut, kendaraan ditabrak dari belakang oleh truk wing box yang melaju searah.

Berita Terkait:  Satgas TPPO Amankan Lima Mucikari di Gorontalo

Benturan keras membuat Gran Max terdorong ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, sebuah truk datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

“Setelah tertabrak dari belakang dan terdorong ke depan, kendaraan kemudian bertabrakan dengan truk yang datang dari arah berlawanan,” jelasnya.

Berita Terkait:  Pejabat Basarnas Terjaring OTT KPK, Kapuspen: Hukum Sesuai Prosedur

Mobil Gran Max tersebut diketahui membawa 17 penumpang dan satu pengemudi. Sopir kendaraan, Warkidi, sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan data kepolisian, delapan korban meninggal dunia dirawat di RS Bhayangkara Indramayu, sedangkan empat korban lainnya meninggal di RS Mitra Plumbon Widasari. Sementara itu, enam korban luka masih menjalani perawatan intensif.

Berita Terkait:  RUPS Bank Mandiri: Zainudin Amali Ditunjuk jadi Wakil Komisaris Utama

Korban meninggal dunia tercatat atas nama Yunah, Mohamad Ikbal, Karsnih, Sawen, Sinta, Ayu, Sanerah, Idah, Riyantoni, Atsal Albara, Warkidi, dan Tamara.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka yakni Bayu, Jessica, Wandi, Olivia, Komala, dan Sabah.

Berita Terkait:  Elnusa Petrofin Bawa Energi Hingga Pelosok Negeri, Penyambung Nadi Nelayan di Sentra Sagela

Sebelumnya, Satlantas Polres Indramayu melaporkan kecelakaan tersebut hanya menewaskan tiga orang di lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menjelaskan,

Berita Terkait:  AMSI Gorontalo Periode 2026-2030 Dilantik, Temu Jurnalis Jadi Momentum Penguatan Pers Daerah

insiden itu melibatkan sebuah pikap Daihatsu Gran Max, truk Hino wing box, dan truk Hino losbak.

“Gran Max yang dikemudikan Warkidi berada di lajur kanan saat melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Kendaraan kemudian ditabrak truk wing box dari belakang hingga terdorong ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk losbak,” kata Masnan.(Antara) 

Berita Terkait:  AMMTC ke-17 di Labuan Bajo, Gerbang Polri dan ASEAN Jaga Kejahatan Transnasional