Hargo.co.id, GORONTALO – Kabar baik bagi dunia olahraga di Kota Gorontalo. Pemerintah Kota Gorontalo akhirnya memastikan pelaksanaan rehabilitasi total Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone setelah mendapatkan dukungan pendanaan melalui skema Bantuan Presiden (Banpres).
Saat ini, Pemkot Gorontalo tengah menuntaskan berbagai dokumen teknis dan administrasi sebagai syarat pelaksanaan proyek. Proses pengadaan bahkan ditargetkan mulai berjalan pada 18 Agustus 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meydi Novita Silangen, usai mendampingi Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea meninjau langsung kondisi Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone, Senin (3/8/2026).
Menurut Meydi, informasi mengenai proyek renovasi baru diumumkan kepada publik setelah pemerintah daerah memperoleh kepastian resmi dari Sekretariat Presiden (Setpres).
“Selama ini kami menunggu kepastian dari Setpres. Setelah semuanya jelas, sesuai arahan Pak Wali Kota, informasi ini baru disampaikan kepada masyarakat,” ujar Meydi.
Renovasi kedua fasilitas olahraga tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sarana olahraga di Gorontalo.
Prosesnya bermula saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke Gorontalo dan meninjau langsung Stadion Merdeka.
Sekitar sebulan kemudian, pembahasan proyek kembali berlanjut ketika Presiden menghadiri agenda Pekan Nasional (Penas). Setelah itu, pemerintah pusat mengirimkan tim untuk melakukan kajian kelayakan terhadap Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone.
Hasil penilaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk meminta Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan proposal renovasi sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan proyek.
Meydi menjelaskan, usulan rehabilitasi sebenarnya telah diajukan sejak tahun sebelumnya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Usulan itu kemudian mendapat respons melalui skema penugasan Presiden.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah diminta memperbarui Detail Engineering Design (DED) agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi terbaru di lapangan.
“DED sebelumnya sudah ada, namun perlu dikonsolidasikan dan disesuaikan kembali untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan,” jelasnya.
Renovasi yang akan dilakukan mencakup rehabilitasi menyeluruh terhadap Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone. Untuk mempercepat realisasi proyek, Dinas PUPR kini fokus menyelesaikan seluruh persyaratan teknis yang dibutuhkan.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, tahapan penunjukan langsung pelaksana pekerjaan ditargetkan dimulai pada 18 Agustus 2026. Namun sebelum itu, pemerintah daerah masih akan melakukan konsultasi terkait mekanisme pelaksanaannya.
Pasalnya, skema penugasan Presiden untuk pembangunan fasilitas olahraga seperti ini disebut baru pertama kali diterapkan di Indonesia.
“Kami masih mempelajari seluruh mekanismenya agar setiap tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” kata Meydi.
Ia mengungkapkan, Kota Gorontalo menjadi daerah pertama yang memperoleh penugasan Presiden khusus untuk renovasi stadion dan gelanggang olahraga. Karena itu, pemerintah daerah harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Meski urusan olahraga berada di bawah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menunjuk Dinas PUPR sebagai pelaksana utama proyek renovasi tersebut.
Selain menyusun dokumen teknis, Pemkot Gorontalo juga intens berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) guna memastikan seluruh proses pengadaan sesuai regulasi.
Koordinasi tersebut dilakukan karena pemerintah pusat membuka peluang agar pelaksanaan proyek tidak sepenuhnya ditangani pusat, melainkan dapat dikelola langsung oleh satuan tugas daerah.
“Kami awalnya berharap hanya menerima hasil pembangunan. Namun ternyata terdapat mekanisme yang memungkinkan pengelolaan langsung oleh satgas daerah. Jika itu diterapkan, maka daerah akan bertanggung jawab mengawal seluruh proses pembangunan,” ungkapnya.
Melalui skema tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo akan memiliki peran lebih besar dalam mengendalikan proyek, mulai dari penyusunan administrasi, proses pengadaan, hingga pelaksanaan rehabilitasi Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone agar selesai sesuai target yang telah ditetapkan.(Adv)












