Kab. Gorontalo

397 UMKM Kabgor Dapat Bantuan, Sofyan Puhi: Jadikan Modal untuk Berkembang

×

397 UMKM Kabgor Dapat Bantuan, Sofyan Puhi: Jadikan Modal untuk Berkembang

Share this article
397 UMKM Kabgor Dapat Bantuan, Sofyan Puhi_ Jadikan Modal untuk Berkembang
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Selasa (1/9/2026). (Foto: Diskominfo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 397 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo mendapat bantuan untuk memperkuat usaha mereka. Total bantuan yang disalurkan pemerintah mendekati Rp1 miliar.

Bantuan tersebut diberikan secara bertahap di dua wilayah. Sebanyak 115 pelaku UMKM menerima bantuan di Kecamatan Telaga Biru pada Senin (31/8/2026).

Sehari kemudian, Selasa (1/9/2026), giliran 282 pelaku UMKM di Kecamatan Limboto menerima bantuan yang diserahkan di Kantor Lurah Kayubulan.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.

Program tersebut merupakan bagian dari aspirasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

Gubernur Gusnar Ismail mengatakan bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Menurutnya, dukungan tersebut harus mampu mendorong penerima mengembangkan usaha secara bertahap.

“Bantuan ini untuk memperkuat usaha masyarakat. Meskipun nilainya terbatas, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemajuan usaha,” kata Gusnar.

Bantuan disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing penerima. Di antaranya menyasar pembuat kue, warung makan, pedagang gorengan, hingga pemilik kios dan usaha sembako.

Sejumlah kebutuhan usaha yang disalurkan antara lain beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, tepung beras, susu kental manis, margarin dan mi instan.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meminta penerima tidak menjadikan bantuan tersebut sebagai pemenuhan kebutuhan konsumtif. Ia menekankan bantuan harus diputar kembali untuk memperkuat aktivitas usaha.

“Bantuan ini diarahkan sebagai modal usaha. Harapannya dapat digunakan semaksimal mungkin untuk mengembangkan modal jualan bapak dan ibu,” ujar Sofyan.

Menurut Sofyan, bantuan tersebut merupakan salah satu bagian dari strategi Pemkab Gorontalo dalam membangun ekosistem UMKM.

Berita Terkait:  Rizal: Status UPTD Laboratorium Instalasi Kualitas Air Perlu Dirubah

Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi juga menyiapkan dukungan permodalan, pendampingan teknis hingga membuka akses pasar.

Tahun ini, Pemkab Gorontalo mengalokasikan sekitar Rp16 miliar untuk program penguatan dan pengembangan UMKM.

Akses pembiayaan juga diperluas melalui program Perempuan Hebat yang menggandeng Bank SulutGo dan TP PKK Kabupaten Gorontalo. Melalui program itu, pelaku usaha dapat memperoleh pembiayaan hingga di bawah Rp10 juta tanpa agunan dengan bunga sekitar 3 persen per tahun.

Di sisi peningkatan kualitas produk, pelaku UMKM dapat memanfaatkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Telaga. Fasilitas tersebut memberikan pendampingan mulai dari proses produksi, pengemasan hingga pemasaran.

Pemkab Gorontalo juga mengembangkan UMKM Center atau Pusat Oleh-Oleh Gorontalo di Telaga sebagai wadah pemasaran produk lokal.

Sofyan berharap rangkaian dukungan tersebut dapat membuat pelaku UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar.

“Dengan kolaborasi ini, kita berharap pelaku UMKM semakin mandiri, berkembang dan naik kelas, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” kata Sofyan.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan aspirasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, yakni Paris A.Y. Jusuf, Muhammad Abdul Ghalib Lahidjun, Fadli Hasan, Manaf Hamzah, Ramdan Liputo, Siti Nurain Sompie, Fadli Poha dan Umar Karim.(Adv)