Kabar Nusantara

Diselesaikan dengan Restorative Justice, Pelaku Pencurian Sawit di Sumatera Utara Bersyukur

×

Diselesaikan dengan Restorative Justice, Pelaku Pencurian Sawit di Sumatera Utara Bersyukur

Share this article
Diselesaikan dengan Restorative Justice, Pelaku Pencurian Sawit di Sumatera Utara Bersyukur
Pelaku Pencurian Sawit Bersyukur Kasus Diselesaikan Secara Restorative Justice. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, SUMUT – Salah satu pelaku pencurian sawit di Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), mengaku kapok melakukan perbuatan tersebut.

Berita Terkait:  Dilepas Sapto Anggoro, Komunitas Penyelam Sukses Bersihkan 600 Kg Sampah Plastik di Perairan Botubarani

Boby Dermawan (31), mengaku perbuatannya itu memang dilakukan semata-mata karena faktor ekonomi.

Boby kini merasa lega karena perkaranya diselesaikan secara restorative justice (RJ).

Berita Terkait:  Buat Dapur Umum, Polda Gorontalo Salurkan 1.100 Makanan untuk Korban Banjir

Dia bersama 69 tersangka lainnya diberikan sanksi membersihkan tempat ibadah berkat penuntasan perkara melalui RJ.

“Kami lakukan itu Pak karena memang kebutuhan Pak, memang di rumah betul-betul susah Pak,” kata Boby di Polsek Tanah Jawa, Selasa (5/9/23).

Berita Terkait:  Polisi Bakal Cek Kebenaran Soal Peminjam Pinjol yang Bunuh Diri Akibat Teror

“Terima kasih banyak kepada pihak PT Perkebunan Nusantara IV. Pak kami minta maaf dan terima kasih banyak sudah mau memaafkan kami pak,” tambahnya.

Ia merasa bersyukur PT Perkebunan Nusantara IV (PT PN IV) sudah bersedia berdamai melalui restorative justice.

Berita Terkait:  IPPOT Fasilitasi Lomba Lari Resmi di Tapa, Hadiah hingga Rp10 Juta

“Jujur ini baru pertama ini karena memang keadaan di rumah memang lagi betul-betul butuh bantuan makan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tiga tandan sawit yang dia curi bahkan belum sempat dijual.

Berita Terkait:  Polsek Botupingge Buka Puasa Bareng Anak Yatim dan Serahkan Bantuan Bahan Pokok

Namun, ia telah berencana menggunakan uang hasil penjualan sawit curian itu untuk membeli beras dan biaya pengobatan orang tuanya.

“Itu untuk beli beras karena kemarin saya melakukan itu karena orang tua saya lagi sakit. Saya butuh biaya untuk berobat di rumah,” ungkap Boby.

Berita Terkait:  Kapolri: Kami Siap Jadi Organisasi Modern dan Tidak Anti Krtik

Sebagaimana diketahui, Restorative justice menjadi program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menekankan penanganan kasus dengan pendekatan restorative justice merupakan langkah untuk mengikuti dinamika perkembangan dunia hukum.

Berita Terkait:  Polri Tetapkan 6 Tersangka Match Fixing Liga 2 pada Kasus Mafia Bola

Dimana, saat ini dunia hukum mulai bergeser dari positivisme ke progresif untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Menurut Kapolri, hal itu merupakan prinsip utama dalam keadilan restoratif.

Berita Terkait:  Beladiri Kurash, Iptu Brandes Jadi Wasit Pertama Berlisensi Tertinggi

Yaitu penegakan hukum yang selalu mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula.

Juga mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.(*) 

Berita Terkait:  Kejuaran Judo Kapolri Cup 2023, Bripda Aprilia Wakili Gorontalo

Rilis: Humas Mabes Polri