HeadlineKab. Gorontalo Utara

Enam Kades di Gorut Ditetapkan Tersangka Dugaan Money Politik pada PSU

×

Enam Kades di Gorut Ditetapkan Tersangka Dugaan Money Politik pada PSU

Share this article
Enam Kades di Gorut Ditetapkan Tersangka Dugaan Money Politik pada PSU
Petugas Polres Gorut saat mengamankan para tersangka dugaan kasus money politik, Jumat (16/5/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak enam Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) resmi ditetapkan tersangka oleh Polres setempat lantaran dugaan praktik money politik pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada.

Berita Terkait:  Terkait 4 Kontainer Diduga Berisi Batu Hitam, Kapolda: Kami Belum Tahu

Selain enam Kades, ada juga satu warga asal Kecamatan Atinggola. Saat ini, enam Kades dan satu warga tersebut telah dilakukan penahanan.

“Kami telah melakukan penahanan sejak Jumat (16/5/2025) dini hari. Enam di Polres satunya lagi di Polsek Kwandang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Gorut, AKP Muhammad Arianto

Berita Terkait:  Pelaku Pencuri Handphone di Kemah Bakti UNG Ditetapkan TSK

Adapun identitas enam Kades yang ditahan. Yaitu, Kades Olohuta, inisial HA, Kades Bintana inisial AP,

Kades Buata inisial HD, Kades Imana inisial IT, KVG selaku Kades Sigaso, dan RD Kades Pinontoyonga.

Berita Terkait:  Belanja Pegawai Pemkab Gorut Membengkak, Lewati Batas Ketentuan 30 Persen

“Untuk satu tersangka lainnya merupakan warga sipil berinisial SP, yang juga berasal dari Kecamatan Atinggola,” jelasnya.

Menurut Arianto, para tersangka akan ditahan sampai 19 Mei mendatang, dan pihaknya juga mempertimbangkan masa kedaluwarsa laporan dalam proses penahanan ini.

Berita Terkait:  Realisasi Tali Asih Blok Alamotu Sudah 74 Persen, Penambang: Ini Harus Disyukuri

“Hasil pemeriksaan semalam kami periksa lagi dan langsung dilakukan penahanan. Rencananya untuk tahap satu akan dilakukan pada Senin (19/05/2025) pekan depan,” ujarnya.

Untuk para tersangka sendiri kata Arianto, telah mengakui uang yang digunakan dalam praktik politik uang tersebut berasal dari seseorang berinisial L, dan ini sesuai kesaksian dalam sidang TSM Bawaslu Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Penjabup Gorut Pimpin Rapat Konsolidasi dengan OPD, Ini yang Terungkap

Perbuatan tersangka diduga melanggar Pasal 187A ayat (2) juncto Pasal 73 ayat (4), subsider Pasal 188 juncto Pasal 71 dan 55 UU Pilkada, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun penjara.

“Pasal 187A memiliki dua ayat, ayat (1) untuk pemberi, dan ayat (2) untuk penerima. Keduanya memiliki ancaman hukuman yang sama, sehingga kami lakukan penahanan,” paparnya.

Berita Terkait:  Bupati Ungkap Tiga Hal Menonjol di Gorut saat HUT ke-78 RI

Selain tujuh tersangka tersebut, masih ada empat orang lagi yang ikut dilaporkan dalam kasus yang sama. Kini, dalam proses pencarian oleh tim Resmob Polres Gorut yang aktif bergerak di lapangan.

“Kita harapkan keempat orang tersebut segera ditemukan,” tandasnya.(Alosius) 

Berita Terkait:  Suleman sebut PLP2B Penting untuk Keberlangsungan Hasil Pertanian