Persepsi

Generasi Kreatif yang Tersandera Krisis Mental

×

Generasi Kreatif yang Tersandera Krisis Mental

Share this article
Generasi Kreatif yang Tersandera Krisis Mental
Ilustrasi. (Ai)

Solusi Kosmetik yang Meninabobokan

Sebelum masuk pada pembahasan solusi, penting untuk disadari bahwa banyak tekanan yang dialami mahasiswa hari ini bukan hadir dalam ruang hampa. Ia tumbuh dalam struktur kapitalisme yang menjadikan pendidikan sebagai komoditas, manusia sebagai sumber daya ekonomi, dan kesejahteraan mental sebagai urusan individu, bukan tanggung jawab negara. Dalam logika kapitalisme, kampus dipacu untuk mencari pemasukan, mahasiswa dituntut menjadi “tenaga siap pakai”, sementara beban hidup ditanggung sendiri oleh masing-masing individu. Dari sinilah akar tekanan sistemik itu menguat.
Berita Terkait:  Bagaimana Peta Politik Menuju Pilgub Gorontalo?

Program konseling kampus pada umumnya baru hadir ketika masalah sudah pecah di permukaan. Tidak ada mekanisme pencegahan yang serius. Ruang pelepas emosi seperti rage room hanyalah anestesi: menenangkan sesaat tanpa menyentuh sumber stres.

Sebab bagaimana mungkin tekanan biaya hidup, tuntutan akademik, atau ekspektasi sosial dapat selesai hanya dengan memecahkan kaca?

Berita Terkait:  Relasi Politik Birokrasi dan Demokrasi

Mahasiswa tidak membutuhkan plester; mereka membutuhkan perombakan fondasi.

Generasi Z dikenal sebagai generasi kreatif, kritis, dan berdaya inovasi tinggi. Namun potensi ini bisa redup jika mereka terus hidup dalam sistem yang membuat kesehatan mental mereka rapuh.

Berita Terkait:  Politik Kekerabatan

Mereka tidak membutuhkan sekadar konseling personal,

tetapi ekosistem kehidupan yang adil dan suportif sebuah sistem yang tidak hanya merespons, tetapi mencegah.

Berita Terkait:  Kasus Pada Anak yang Temper Tantrum dan Tidak Fokus Saat Pembelajaran