Kota Gorontalo

Kantor Wali Kota Gorontalo akan Dipindahkan ke Terminal 42, Wujud Janji Kampanye Adhan-Indra

×

Kantor Wali Kota Gorontalo akan Dipindahkan ke Terminal 42, Wujud Janji Kampanye Adhan-Indra

Sebarkan artikel ini
Kantor Wali Kota Gorontalo akan Dipindahkan ke Terminal 42, Wujud Janji Kampanye Adhan-Indra
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea tengah melihat denah tanah Terminal 42 yang akan dijadikan kantor wali kota, Kamis (15/1/2026).

Hargo.co.id, GORONTALOAdhan Dambea dan Indra Gobel terus mewujudkan janji kampanye mereka. Mulai dari infrastruktur hingga pelayanan kepada publik.

Berita Terkait:  Jamaah Haji Asal Siendeng Kota Gorontalo Wafat di Mekkah

Ini sesuai dengan slogan yang diusung keduanya, yakni “Torang Bekeng Bae“.

Menepati janji, bagi Adhan Dambea tidak boleh berhenti sebagai rangkaian kata, tetapi harus diwujudkan dalam keputusan dan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berita Terkait:  Catat! Ini Jam Uji Coba Satu Arah Jalan H.B Jassin pada 27 dan 28 Oktober

Terbaru, Adhan mulai mempersiapkan salah satu janji kampanyenya, yakni pembangunan kantor Wali Kota Gorontalo di kawasan Terminal 42 kian dimatangkan.

Saat meninjau kawasan Terminal 42 pada Kamis (15/1/2026) Adhan Dambea menyampaikan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan kantor wali kota baru telah tersedia dengan luas sekitar 1,8 hektare.

Berita Terkait:  Hasil Adhan Ngantor di RSAS: Sejumlah Masalah Terungkap, Beberapa Pejabat akan Dimutasi

Sebagian besar lahan sudah dikosongkan, sementara sisanya masih dalam proses pembebasan sesuai instruksi yang telah ia keluarkan.

“Tanah sudah tersedia 1,8 hektare. Tinggal ada beberapa yang saya perintahkan untuk segera dibebaskan. Dikosongkan, dibebaskan, undang keluarganya, dan kita sudah bersihkan,” ujar Adhan Dambea.

Berita Terkait:  Marten Taha Ajak Semua Pihak Kolaborasi Cegah HIV-AIDS

Ia menegaskan, wacana ini memiliki target yang jelas. Ia berharap pembangunan kantor wali kota dapat diselesaikan sebelum masa jabatannya berakhir, sehingga menjadi pijakan awal bagi pemerintahan berikutnya.

“Target saya, Insya Allah kalau Allah mengizinkan, sebelum saya berakhir jabatan, sudah selesai kantor wali kota. Jadi saya tinggalkan kantor wali kota baru,” tegasnya.

Berita Terkait:  Dikritik Warga Enggan Hadiri Kedukaan, Lurah Lekobalo Berdalih Tabrakan Acara

Pemilihan wilayah utara Kota Gorontalo sebagai lokasi pusat pemerintahan baru disebut sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan kota.

Menurut Adhan Dambea, kawasan ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Berita Terkait:  Safari Jum'at di Masjid Al-Ikhlas, Ismail Tegaskan Siap Dukung Program Remaja Masjid

“Di wilayah utara ini sekolah-sekolahnya lebih banyak. Makanya kita kembangkan di sini supaya Kota Gorontalo lebih hidup lagi,” jelasnya.

Ke depan, keberadaan kantor wali kota di Terminal 42 juga akan mendekatkan pusat pemerintahan dengan kantor DPRD Kota Gorontalo, sehingga koordinasi antarlembaga pemerintahan dapat berjalan lebih efektif.

Berita Terkait:  Wali Kota Gorontalo Larang Caleg Kampanye di Tempat Ibadah

Sementara itu, terkait pemanfaatan kantor wali kota lama, Adhan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga melalui skema tukar guling.

Pemerintah kota akan menyiapkan konsep pembangunan, sementara pelaksanaannya dapat dilakukan oleh pihak ketiga.

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Gelar Bimtek Penyusunan dan Implementasi SOP

“Misalnya dia bangun di sini dengan anggaran Rp40 miliar, sementara perhitungan kantor wali kota Rp30 miliar, maka kita tambah Rp10 miliar dari APBD. Tapi dia yang bangun, konsepnya dari kita,” ungkap Adhan Dambea.

Dengan arah kebijakan tersebut, wacana pembangunan kantor wali kota di Terminal 42 tidak dimaksudkan berhenti sebagai pembahasan, melainkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan janji kampanye serta menata pusat pemerintahan dan pertumbuhan baru Kota Gorontalo.(Rls) 

Berita Terkait:  Parkir Berlangganan di Kota Gorontalo Mulai Diterapkan