Kota Gorontalo

Pemkot Gorontalo Tata Guru Ngaji dan Imam Masjid

×

Pemkot Gorontalo Tata Guru Ngaji dan Imam Masjid

Share this article
Pemkot Gorontalo Tata Guru Ngaji dan Imam Masjid
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika memberikan sambutan pada kegiatan silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia Rabu (3/12/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia Rabu (3/12/2025).

Berita Terkait:  Dibujuk Pejabat dan Ormas Buka Penyegelan Mie Gacoan, Adhan Tetap Tegar Bela Rakyat

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea berbicara langsung di hadapan para peserta dan menjelaskan sejumlah hal terkait penataan ulang data guru ngaji, kondisi keuangan daerah, serta peran penting para pembina keagamaan dalam membangun karakter generasi muda.

Adhan menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah mengevaluasi kembali SK penugasan imam dan guru ngaji yang sebelumnya diterbitkan melalui kecamatan.

Berita Terkait:  Kembali Diminta Jadi Pembicara di ASEAN Mayors Forum, Apa Sih Hebatnya Marten?

Menurutnya, proses pendataan perlu dibenahi agar jumlah tenaga pengajar sebanding dengan kebutuhan di setiap kelurahan.

Ia mencontohkan temuan di salah satu wilayah, dimana jumlah santri hanya sekitar 20 orang, namun terdapat hingga tujuh guru ngaji dalam SK.

Berita Terkait:  264 JCH Dilepas, Indra Gobel Tekankan Jaga Akhlak dan Nama Baik Daerah

“Hal-hal seperti ini yang kami rapikan. Bukan untuk mengurangi peran siapa pun, tetapi agar penataan berjalan wajar dan sesuai kebutuhan,” ujarnya dalam silaturahmi tersebut.

Kemudian soal keterbatasan kemampuan anggaran daerah. Adhan Dambea mengungkap bahwa Kota Gorontalo masih terbebani cicilan pinjaman lebih dari Rp266 miliar yang harus diselesaikan selama delapan tahun.

Berita Terkait:  Komitmen Adhan Berbuah Prestasi, Kota Gorontalo Tembus 10 Besar Kota Paling Aman Nasional

Situasi ini, kata dia, membuat ruang fiskal pemerintah cukup sempit,

termasuk dalam hal peningkatan honor imam maupun guru ngaji yang hingga kini dinilainya masih tergolong kecil.

Berita Terkait:  Tiga Jam di Senayan, Adhan Suarakan Perlindungan ASN Gorontalo di Hadapan Habiburokhman

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap memiliki kewajiban memberi perhatian kepada para pembina keagamaan.

Berikut soal peran imam dan guru ngaji dalam menjaga akhlak generasi muda. Ia memandang bahwa maraknya aktivitas anak-anak dan remaja di pusat keramaian seharusnya menjadi pengingat bahwa pembinaan agama tidak boleh longgar.

Berita Terkait:  Rentetan Kebakaran Picu Alarm Kewaspadaan, Sekda Ismail Soroti Instalasi Listrik Warga

“Saya sangat bergantung pada bapak dan ibu semua. Anda sekalian berada di garis depan mendidik anak-anak kita,” katanya.

Adhan Dambea juga mendorong masyarakat untuk aktif berusaha di berbagai bidang, termasuk UMKM, seraya memastikan pemerintah memberikan ruang selama aktivitas tersebut tetap menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Berita Terkait:  Aksi Donor Darah Bikers Diapresiasi Sekda Ismail

Menutup arahannya, dia mengajak para imam dan guru ngaji menghadiri Dzikir Akbar

yang akan digelar pada malam 1 Januari di lapangan taruna.

Berita Terkait:  Dianggap Asal Bunyi, Jubir Wali Kota Gorontalo 'Semprot' Seorang Komisaris BSG

“Ini undangan langsung dari saya, mari kita bersama-sama memohon kebaikan untuk kota ini

dan berharap tahun-tahun mendatang membawa perubahan yang lebih baik,” tutupnya. (Adv) 

Berita Terkait:  Adhan Dambea akan Polisikan Kontraktor Bandel Penunggak TGR