Legislatif

Reses Perdana, Windra Fokus Soal Perlindungan Perempuan dan Anak

×

Reses Perdana, Windra Fokus Soal Perlindungan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
Reses Perdana, Windra Fokus Soal Perlindungan Perempuan dan Anak
Reses perdana yang dilaksanakan oleh aleg PKS DPRD Gorut, Windra Lagarusu di daerah pemilihannya.

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebagai aleg DPRD Gorontalo Utara (Gorut) yang muda dan juga sebagai pendatang baru, Windra Lagarusu turut eksis dalam pelaksanaan reses masa sidang kedua tahun sidang pertama 2024–2025.

Berita Terkait:  Sampaikan Keluh Kesah Konstituen, Febriyanto Soroti Pelayanan RS Bumi Panua

Buktinya, aleg dari PKS ini, turun langsung di daerah pemilihannya yakni Kecamatan Anggrek dan Monano, yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Mootilango, Kecamatan Anggrek, baru-baru ini.

Pada reses perdana tersebut, Windra Lagarusu juga turut didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gorut, Salha Uno, serta Kepala Desa Mootilango, Suleman Pakaya.

Berita Terkait:  F-PDIP Harap, PAW Almarhum Ali Polapa Segera Dilaksanakan

Dalam forum reses yang bernuansa interaktif dan kekeluargaan tersebut, para warga yang hadir turut menyampaikan aspirasi,

khususnya terkait dengan meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak.

Berita Terkait:  Komisi II DPRD Gorut Soroti OPD Penghasil PAD: Maksimalkan yang Potensial

Terkait dengan aspirasi yang disampaikan oleh warga yang hadir saat itu, Windra Lagarusu memberikan respon positif,

bahkan menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak menjadi salah satu perhatian utamanya di parlemen daerah.

Berita Terkait:  25 Aleg Gorut Periode 2024-2029 Dilantik, Deasy-Roni Pimpinan Sementara

“Saya tentunya akan membawa aspirasi yang disampaikan ke DPRD untuk dibahas bersama agar menjadi kebijakan perlindungan yang dapat diperkuat,” tegasnya.

Lanjut dikatakan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab individu atau keluarga,

Berita Terkait:  Gustam Kecewa, Kelanjutan Pembangunan Jalan Ponelo Tak Dianggarkan

tetapi sudah menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah dan legislatif.

Ia juga menegaskan pentingnya edukasi dan keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pencegahan kekerasan.

Berita Terkait:  Awaludin Dukung Pelaksanaan Asesmen Camat

“Kita perlu membangun kesadaran kolektif. Saya mendorong agar pemerintah desa, tokoh agama, dan kelompok majelis taklim lebih aktif

dalam memberikan edukasi dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” tandasnya.(Alosius) 

Berita Terkait:  Mutasi Kepsek di Kabgor Tuai Sorotan Aleg