HeadlineMetropolis

Rusak Pos Pengamanan Perusahaan, Enam Peserta Aksi Demo di Pohuwato Masuk Sel

×

Rusak Pos Pengamanan Perusahaan, Enam Peserta Aksi Demo di Pohuwato Masuk Sel

Sebarkan artikel ini
Rusak Pos Pengamanan Perusahaan, Enam Peserta Aksi di Pohuwato Masuk Sel
Enam warga Pohuwato resmi ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan terkait dengan dugaan pengrusakan saat demonstrasi di wilayah Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur.

Hargo.co.id, GORONTALO – Enam peserta unjuk rasa (Unras), resmi ditahan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato atas dugaan tindak pidana pengrusakan pos pengamanan milik perusahaan yang ada di Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato.

Berita Terkait:  Adukan Nelson ke Kemendagri, Ifana di Support Hendra Hemeto?

Seperti yang diketahui, pada Rabu 13 Mei, telah terjadi aksi demonstrasi dilokasi perusahaan PT BJA, PT IGL dan PT BTL, yang terletak di Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur.

Pada saat itu, beberapa oknum warga diduga melakukan pengrusakan pos pengamanan. Hal itu kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

Berita Terkait:  Satu Unit Excavator Kembali Disita Polisi dari Lokasi PETI Bulangita

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, enam orang resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Enam warga yang ditahan tersebut, yakni HM (44) masyarakat Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur, YN (44) masyarakat Desa Kelapa Lima, Kecamatan Popayato Timur, RB (23) masyarakat Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur, RT (32) masyarakat Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur, SU (40) masyarakat Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur, dan STN (25), masyarakat Desa Bukit Tingki, Kecamatan Popayato.

Berita Terkait:  Pemkot Tertibkan Bangunan di Atas Drainase Kawasan KC BTN Gorontalo, Fokus Tata Kota Lebih Rapi

Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H. mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, enam orang warga tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan sejak Kamis (21/5/2026).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 262 ayat (1) dan/atau 521 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023

Berita Terkait:  Diduga Edarkan Obat Terlarang, Pria Asal Jember Diringkus Polisi

tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan ancaman lima tahun enam bulan penjara.

Para tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Polres Pohuwato dan akan berlangsung selama 20 hari ke depan,

Berita Terkait:  Dugaan Aksi Tak Pantas di Halte Kampus IV UNG Berujung Mediasi

terhitung sejak 21 Mei hingga 9 Juni 2026, ungkapnya.

Ditambahkan pula oleh Alumnus Akpol 2005 ini, kepada seluruh elemen masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan, kiranya tidak melakukan aksi demonstrasi yang anarkis.

Berita Terkait:  Dikeluarkan Saat Prosesi Modelo Anak RG, Ismet Mile Merasa Dihinakan

Penyampaian aspirasi di depan umum tidak ada masalah, selama sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada,

sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang nomor 9 tahun 1998.

Berita Terkait:  Hasil Euro 2024 Grup F: Turki Hajar Georgia 3-1, Portugal Bekuk Ceko 2-1

Namun, ketika penyampaian aspirasi atau demonstrasi sudah anarkis, melakukan pembakaran, membuat rusuh dan hal lainnya,

maka pihak Kepolisian akan melakukan tindakan tegas dan terukur.

Berita Terkait:  Wujudkan Pilkada yang Jurdil, Nelson Imbau ASN Jaga Netralitas

“Silahkan sampaikan aspirasinya dengan baik, benar dan lantang. Tapi jangan sekali-kali melakukan aksi anarkis yang dapat merugikan semua pihak, khususnya masyarakat, karena akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (Kif)