HeadlineMetropolis

Tanah Longsor Putuskan Akses Penghubung Dua Kecamatan di Boalemo

×

Tanah Longsor Putuskan Akses Penghubung Dua Kecamatan di Boalemo

Sebarkan artikel ini
Tanah Longsor Putuskan Akses Penghubung Dua Kecamatan di Boalemo
Pengendara kenderaan bermotor terpaksa harus menunggu alat berat membersihkan material longsor.

Hargo.co.id, GORONTALO – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur Gorontalo beberapa hari terakhir membuat jalan penghubung Kecamatan Botumoito dan Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo lumpuh parah akibat bencana tanah longsor.

Berita Terkait:  BPOM: Produk Mengandung Babi Sudah Ditarik dari Pasaran

Lumpuhnya jalur utama yang menghubungkan dua kecamatan ini akibat tanah bercampur bebatuan dan pepohonan besar yang menutupi seluruh badan jalan dan mengakibatkan kemacetan cukup panjang.

Salah satu pengendara motor, Garibbaldi Hanani, menuturkan, betapa tiba-tibanya insiden ini.

Berita Terkait:  Pulang Merantau dan Diduga Bawa Sabu, Seorang Pria Diamankan Polisi

“Hujan deras sekali, dan tiba-tiba jalan tertutup longsor. Ini menyebabkan aktivitas kami para pengendara motor jadi sangat terganggu,” ujar Garibbaldi.

Mengantisipasi bertambahnya volume kemacetan, Pemerintah setempat mengerahkan tiga unit alat berat ke lokasi, untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.

Berita Terkait:  Jual Handphone Hasil Curian, Seorang Pramusaji di Gorontalo Dibekuk Polisi

Sekitar pukul 09:28 WITA, saat kendaraan mulai bergerak perlahan di tengah kemacetan, butiran tanah dari arah gunung tiba-tiba kembali bergerak.

Sementara itu, dari pantauan awak media di lokasi, beberapa pengendara motor dilaporkan nekat

Berita Terkait:  Semarak Koko’o Sambut Hari Pertama Ramadan di Gorontalo

menerobos jalan yang masih dalam perbaikan demi menyelamatkan diri dari potensi bahaya susulan.

Situasi menegangkan ini menambah kompleksitas upaya pembersihan jalan.

Berita Terkait:  Gelar Demo, Mahasiswa Minta DPRD Copot Kepala Puskesmas Telaga

Longsor di Desa Potanga ini berdampak sangat parah terhadap akses jalan, dengan material longsoran yang menutupi sebagian besar badan jalan dan menyebabkan antrean kendaraan yang mengular panjang. Pihak berwenang terus berupaya keras untuk membuka kembali akses jalan dan menormalkan kembali lalu lintas di wilayah tersebut.(Mg-09)