Legislatif

Terkait Kondisi Gorut, Deasy: Pihak Eksekutif Tak Mau Terbuka

×

Terkait Kondisi Gorut, Deasy: Pihak Eksekutif Tak Mau Terbuka

Share this article
Deasy, Waktu Program. Perda Pajak dan Retribusi di Gorut Harus Segera Diterapkan
Ketua DPRD Gorut, Deasy S. M. Datau. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jika mau ditanyakan soal ada apa sebenarnya dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), secara jujur Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Deasy S.M Datau dengan tegas mengatakan bahwa dirinya juga bingung dan tidak mengetahui secara jelas.

Berita Terkait:  Bapemperda DPRD Kabgor Kebiri Celah Alih Fungsi, Revisi Perda Lahan Pertanian Dikebut

Sebab, kata Deasy, pihak eksekutif atau pemerintah daerah tak pernah terbuka dengan pihaknya.

Hal ini diungkapkan oleh Deasy saat berbincang dengan awak media ini di rumah dinasnya, beberapa waktu lalu.

Berita Terkait:  Bahas Potensi Pajak dan Retribusi, Pansus DPRD Gorut Rapat Bersama OPD Teknis

“Kalau mau ditanya, saya juga bingung dengan kondisi daerah saat ini,” kata Deasy.

Ketika ditanya soal kondisi keuangan daerah saat ini yang kabarnya mengalami defisit? Deasy membenarkan hal itu. Ia mengungkapkan, sesuai dengan APBD 2023, daerah mengalami defisit kurang lebih Rp. 39 Miliar.

Berita Terkait:  Bareng Ketua dan Pengurus PKS Gorut, Gustam Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Banjir Tolinggula

“Untuk defisit, sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBD 2023 sekitar Rp. 39 Milyar, namun sampai saat ini berapa kekurangan keuangan daerah itu belum jelas,” tegasnya.

Jika memang ada kekurangan anggaran, lantas kapan proses penyelesaiannya dan seperti apa strategi yang akan diambil untuk mengatasinya? Sambil tersenyum Deasy mengatakan bahwa bagaimana pihaknya akan mencoba merumuskan penyelesaiannya seperti apa, sementara pihak eksekutif tidak pernah terbuka dengan pihaknya.

Berita Terkait:  Pemkab Gorut Diminta Adakan Bis Gratis For Siswa di Monano-Anggrek

“Masalnya setiap kali ditanya, pihak eksekutif hanya mengatakan masih sementara dimapping. Sampai kapan mappingnya,” ujar Deasy S.M Datau.

Deasy menegaskan bahwa pihaknya sangat ingin membantu untuk menyelesaikan polemik yang berkembang saat ini. Hanya saja, pihaknya kebingungan dengan strategi yang akan ditempuh karena pemerintah daerah tidak mau terbuka.

Berita Terkait:  Jayusdi: Idulfitri 1445 Hijriah Terasa Istimewa

Menurutnya, jika pihak eksekutif terbuka dan jujur tentu akan ada komunikasi yang maksimal terbangun untuk kepentingan daerah.

“Seperti halnya untuk anggaran, kami tidak bisa mengawasi sebagaimana tupoksi pengawasan yang melekat ke DPRD. Kami mengetahui hanya berdasarkan laporan, namun seperti apa alurnya yang ada di aplikasi SIPD atau SIMDA, itu kami tidak mengetahuinya,” tandasnya.(*) 

Berita Terkait:  Manajemen RS MM Dunda Diminta Tegas Terkait Insiden Kebakaran

Penulis: Alosius M. Budiman