HeadlineMetropolis

Anak Buah Diancam Penambang Ilegal, Kapolres Boalemo Naik Pitam

×

Anak Buah Diancam Penambang Ilegal, Kapolres Boalemo Naik Pitam

Share this article
Anak Buah Diancam Penambang Ilegal, Kapolres Boalemo Naik Pitam
Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi,S.I.K saat marah karena personelnya diancam terkait dengan penertiban pertambangan ilegal.

Hargo.co.id, GORONTALO – Diduga anak buahnya diancam oleh para penambang ilegal, Kapolres Boalemo naik pitam. Hal ini bermula ketika personel Polsek Paguyaman melakukan penertiban di lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) di Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada Senin (2/6/2025) lalu.

Berita Terkait:  Lakukan Penganiayaan dengan Sajam, Oknum ASN yang Juga Konten Kreator Dibekuk Polisi

Pada saat itu, personel Polsek Paguyaman mendapati ada aktifitas di lokasi PETI. Padahal sebelumnya, para personel Polsek Paguyaman sudah sering memberikan himbauan agar tidak melakukan aktivitas PETI dan meminta untuk meninggalkan lokasi pertambangan tersebut.

Hanya saja, upaya dari pihak Kepolisian ini mendapatkan perlawanan dari sejumlah oknum masyarakat yang melakukan aktifitas PETI. Bahkan ada yang membawa sejumlah nama oknum pejabat utama Polda Gorontalo dan mengancam para personel Polsek Paguyaman.

Berita Terkait:  Seorang IRT di Bone Bolango Ditemukan Tewas Gantung Diri

Mendengarkan informasi itu, Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi,S.I.K naik pitam. Bahkan ketika para oknum penambang mendatangi Polres Boalemo, Kapolres sempat adu mulut dengan mereka hingga suaranya terdengar keras dan tinggi.

Meski demikian, AKBP Sigit Rahayudi sama sekali tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap mereka yang datang di Polres Boalemo serta mengeluarkan kata-kata kasar.

Berita Terkait:  Hadir di Deklarasi Paket MULUS, RG: Punya Reputasi yang Baik, Ayo Pilih Merlan-Syamsu

“Ada videonya! Dapat dlihat bahwa saya tidak menghardik, berkata kasar dan tidak menyebut nama hewan serta hal-hal lainnya,” ungkapnya.

Lanjut kata Alumnus Akpol 2005 ini, dirinya pada Senin (2/6/2025) dan Selasa (3/6/2025), memerintahkan anggota untuk melakukan himbauan dan larangan menambang ilegal di pinggir sungai yang ada di Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Berita Terkait:  Rumah Seorang Guru di Dungingi Ludes Dilalap Jago Merah

Pada saat itu, anggota yang melaksanakan tugas diancam oleh pelaku penambang dengan menyebut beberapa pejabat Polda yang mereka kenal.

“Dengan menyebut nama sejumlah pejabat Polda Gorontalo, menurut saya itu tidak benar adanya,

Berita Terkait:  Polisi Amankan 920 Karung Batu Hitam di Pelabuhan Laut Gorontalo

karena para pejabat Polda Gorontalo tidak ada yang terlibat dalam persoalan pertambangan.

Bahkan ada yang menakut-nakuti anggota saya dengan kenelan pejabat Polda tersebut. Oleh karena itu, Oleh karena itu,

Berita Terkait:  Kapolres Pohuwato: Daripada Tutup Jalan, Silakan Gelar Pesta di Polres Secara Gratis

pada saat mereka datang ke Polres Boalemo, saya dengan suara besar dan agak tinggi, melarang mereka melakukan perbuatan yang tidak benar.

Salah satunya yakni dengan menakut-nakuti anggoota saya, karena anggota saya melaksanakan tugas sesuai dengan proses dan prosedur yang berlaku,” jelasnya saat diwawancarai, Rabu (4/6/2025).

Berita Terkait:  Pulang Merantau dan Diduga Bawa Sabu, Seorang Pria Diamankan Polisi

Ditambahkan pula oleh mantan Kasat Reskrim Polres Cirebon, Polda Jawa Barat ini, pada Pasal 18 ayat 2 KUHAP dijelaskan bahwa

dalam tertangkap tangan, penangkapan tidak memerlukan surat perintah penyidikan saat melihat seseorang melakukan tindak pidana.

Berita Terkait:  Penggerebekan Judi Sabung Ayam di Kota Gorontalo, 11 Orang Ditetapkan Tersangka

Meski demikian, dalam pelaksanaan tugas di lapangan, para personel Kepolisian, selalu dibekali dengan surat tugas.

“Ketika anggota mendapati ada kegiatan ilegal di lapangan, maka tidak diperlukan surat tugas pada saat itu. Alasannya,

Berita Terkait:  Cegah Judol Sejak Dini, Polsek Telaga Edukasi Puluhan Siswa Baru SMPN 1 Talaga Jaya

jika masih menunggu surat tugas, maka pelaku tindak kejahatan, pasti sudah melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan lain sebagainya.

Meski demikian, kedepannya hal ini akan menjadi perhatian serius kami, di mana anggota yang akan turun ke lapangan, bakal diberikan surat tugas.

Berita Terkait:  AMFC 2023 di Gorontalo Dibatalkan, Kenapa?

Namun yang tertangkap tangan, itu tidak dibutuhkan,” pungkas mantan Waka Polres Sukabumi dan Waka Polres Sumedang, Polda Jawa Barat ini.(Kif)