Hargo.co.id, GORONTALO – Kasus kebakaran di Kota Gorontalo dalam beberapa bulan terakhir kembali memicu perhatian serius pemerintah daerah.
Hingga Maret 2026, tercatat lima insiden kebakaran terjadi, dengan dugaan utama berasal dari gangguan instalasi listrik rumah tangga.
Sorotan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, saat turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Huangobotu, Selasa (24/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo menggandeng Dinas Sosial, BAZNAS, dan BPBD untuk menyalurkan bantuan kepada para korban.
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok seperti beras dan makanan siap saji, hingga perlengkapan rumah tangga seperti kompor dan pakaian.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak terdampak yang masih menempuh pendidikan.
“Khusus anak-anak yang masih sekolah, insyaallah akan dibantu seragam sekolah,” ujar Sekda Ismail Madjid.
Di tengah penyerahan bantuan, Ismail turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya kebakaran, terutama yang bersumber dari arus pendek listrik.
Ia menilai banyak kejadian dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai atau penggunaan listrik yang kurang aman.
Masyarakat diminta lebih waspada dengan rutin memeriksa kondisi jaringan listrik di rumah, khususnya instalasi lama yang berisiko.
Selain itu, kebiasaan sederhana seperti mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan juga dinilai penting untuk mencegah potensi kebakaran.
“Hal-hal sederhana seperti mencabut colokan listrik sebelum keluar rumah itu penting untuk mencegah risiko kebakaran,” jelasnya.
Sekda Ismail Madjid juga menyampaikan keprihatinan pemerintah atas musibah yang dialami warga. Ia berharap para korban diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko kebakaran.
Momentum ini, kata Ismail Madjid, menjadi pengingat bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas penanganan pascakejadian, tetapi juga mendorong langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terus berulang di Kota Gorontalo.(Adv)












