Headline

Soal SK Gubernur Tentang Pengalihan IUP, Karo Hukum Ajak Pihak Keberatan Tempuh Jalur Gugatan Resmi

×

Soal SK Gubernur Tentang Pengalihan IUP, Karo Hukum Ajak Pihak Keberatan Tempuh Jalur Gugatan Resmi

Share this article
Soal SK Gubernur Tentang Pengalihan IUP, Karo Hukum Ajak Pihak Keberatan Tempuh Jalur Gugatan Resmi
Karo Hukum Pemprov Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk bersikap proporsional dalam menjalankan roda pemerintahan, tanpa memihak atau menguntungkan pihak tertentu dalam setiap pernyataan publik.

Berita Terkait:  Dugaan Intimidasi dan Kekerasan Oknum Anggota Polri, Jurnalis Pohuwato Minta Kapolsek Marisa Dicopot

Hal ini disampaikan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo, menanggapi berbagai opini yang berkembang di masyarakat terkait dugaan keberpihakan pemerintah terhadap PT PETS dalam sejumlah perkara hukum.

Menurut Trizal, anggapan yang menyebut PT PETS selalu memenangkan perkara dan seolah-olah pemerintah berpihak kepada perusahaan tersebut merupakan persepsi yang tidak berdasar.

Berita Terkait:  Hasil Sementara Pileg DPR RI Dapil Gorontalo: NasDem Paling Teratas, Golkar Urutan Tiga

“Pernyataan Pemerintah Provinsi Gorontalo disampaikan berdasarkan landasan etis dan produk hukum yang sah, bukan atas subjektivitas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Keputusan Gubernur Gorontalo Nomor 351/17/IX/2015 tentang pengalihan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dari KUD Dharma Tani kepada PT PETS telah beberapa kali digugat melalui jalur hukum, baik di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun Pengadilan Negeri.

Berita Terkait:  "Santri Digitalpreneur 2024" Diharapkan Cetak Santri Kreatif di Bidang Digital

Namun, dari seluruh proses tersebut, belum ada satu pun putusan pengadilan yang secara tegas membatalkan keputusan gubernur dimaksud.

Trizal merinci, pada 2019 gugatan di PTUN Gorontalo berakhir dengan putusan niet ontvankelijke verklaard (NO) atau tidak dapat diterima, sehingga pokok perkara tidak diperiksa lebih lanjut.

Berita Terkait:  Tak Terima Diviralkan di Medsos, dr. DT Laporkan Ayah Pasien

Selanjutnya, gugatan serupa kembali diajukan pada 2025 melalui Pengadilan Negeri Gorontalo, namun hasilnya juga dinyatakan tidak dapat diterima.

Selain itu, dalam perkara perdata Nomor 100/Pdt.G/2023/PN GTO, majelis hakim menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili objek sengketa yang diajukan.

Berita Terkait:  Terkait TKA di PLTU Sulbagut-1, Timpora Kompak Sebut Tak Ada Persoalan

Hal serupa juga terjadi dalam perkara Nomor 20/Pdt.G/2024/PN GTO,

di mana gugatan kembali dinyatakan tidak dapat diterima dengan alasan kewenangan absolut berada di ranah peradilan lain.

Berita Terkait:  Prabowo di PENAS XVII Gorontalo: Petani-Nelayan Penjaga Kedaulatan Indonesia

Di sisi lain, perdebatan publik juga kerap mengaitkan persoalan ini dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 328.K/Pdt/2017.

Namun, Trizal menegaskan bahwa putusan tersebut pada dasarnya hanya menyangkut sengketa kepengurusan internal KUD Dharma Tani,

Berita Terkait:  Pesona PENAS XVII: Sambutan Adat Gorontalo Bikin Bupati Gayo Lues Terharu

dan tidak memuat amar yang membatalkan Keputusan Gubernur terkait pengalihan IUP.

“Penafsiran yang berkembang di ruang publik sering kali tidak didukung argumentasi hukum yang memadai,

Berita Terkait:  Tega! Seorang Suami di Pohuwato Tikam Istrinya Hingga Tewas di Depan Sang Anak

sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau pihak-pihak yang masih keberatan terhadap keabsahan IUP PT PETS

Berita Terkait:  Warga dan Pemerintah Desa di Bonepantai Tolak Eksploitasi Hutan oleh PT. Celebes Bone Mineral

agar menempuh jalur konstitusional melalui gugatan resmi di pengadilan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan mekanisme yang tepat untuk menguji keabsahan suatu keputusan,

Berita Terkait:  Penjagub Lantik Budiyanto Sidiki Sebagai Penjabat Sekdaprov

sekaligus memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

“Daripada terus membangun opini dengan tafsir yang keliru terhadap putusan Mahkamah Agung,

Berita Terkait:  Penjagub Lantik Budiyanto Sidiki Sebagai Penjabat Sekdaprov

lebih baik diuji melalui proses peradilan agar jelas dan berkekuatan hukum tetap,” tandasnya.

Ia menambahkan, tafsir sepihak tanpa dasar hukum yang kuat tidak hanya tidak memberikan kepastian hukum,

Berita Terkait:  Tak Terima Diviralkan di Medsos, dr. DT Laporkan Ayah Pasien

tetapi juga berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.(Rls)