Metropolis

Helm Digantung, Nyawa Jadi Taruhan

×

Helm Digantung, Nyawa Jadi Taruhan

Share this article
Helm Digantung, Nyawa Jadi Taruhan
Tiga pengemudi bentor melintas tanpa mengenakan helm di simpang empat traffic light Jalan Jhon Aryo Katili (eks Andalas), Kota Gorontalo, Rabu (17/7/2026). Meski membawa helm, sebagian pengemudi masih memilih menggantungnya di kendaraan daripada menggunakannya saat berkendara. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Hargo.co.id, GORONTALO – Kesadaran sebagian pengemudi becak motor (bentor) di Kota Gorontalo untuk menggunakan helm saat berkendara masih tergolong rendah.

Berita Terkait:  Jaga Gangguan Kamtibmas di Pilkada, Polres Gorontalo Sita Ratusan Botol Miras dari Pedagang Nakal

Di berbagai ruas jalan, pengemudi bentor yang melintas tanpa mengenakan helm masih mudah ditemukan. Ironisnya, banyak di antara mereka justru hanya menggantung helm di kendaraan sebagai pelengkap, bukan memakainya sebagai alat pelindung keselamatan.

Fenomena ini terlihat hampir setiap hari, terutama di kawasan persimpangan dan pusat aktivitas masyarakat.

Berita Terkait:  Diduga Ilegal, Ratusan Liter BBM Jenis Solar Diamankan Polisi

Tidak sedikit pengemudi yang baru mengenakan helm ketika mengetahui ada razia atau melihat petugas kepolisian berjaga di jalan. Selebihnya, helm hanya dibiarkan tergantung di setang atau sisi bentor.

Beragam alasan disampaikan pengemudi. Ada yang mengaku merasa gerah, tidak nyaman, hingga kesulitan berkomunikasi dengan penumpang saat mengenakan helm.

Berita Terkait:  Polresta Gorontalo Kota Ungkap Pencurian meteran Air PDAM

Namun, alasan tersebut tidak menghapus kewajiban pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas yang bertujuan melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kondisi ini menjadi perhatian Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota. Selain membahayakan pengemudi jika terjadi kecelakaan, kebiasaan berkendara tanpa helm juga dinilai dapat memengaruhi tingkat kedisiplinan berlalu lintas di tengah masyarakat.

Berita Terkait:  Astaga! Seorang Pria di Kota Gorontalo Tega Cabuli Keponakan Sendiri

Kasatlantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Nurmaya Kasim, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran pengemudi bentor agar lebih tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas, termasuk kewajiban menggunakan helm.

“Berbagai upaya sudah kami lakukan untuk menumbuhkan kesadaran pengemudi bentor agar taat berlalu lintas. Namun hingga saat ini masih ditemukan pelanggaran, khususnya terkait penggunaan helm saat berkendara,” ujar AKP Nurmaya.

Berita Terkait:  Polisi Bakal Cek Kebenaran Soal Peminjam Pinjol yang Bunuh Diri Akibat Teror

Menurutnya, Satlantas tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, sosialisasi, pengawasan, serta penertiban di lapangan.

“Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi, disertai pengawasan serta penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan. Tujuannya agar masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan saat berkendara,” jelasnya.

Berita Terkait:  Oknum ASN Pemkab Boalemo Diduga Aniaya Seorang ABG di Botumoito

Mantan Kasatlantas Polres Gorontalo Utara itu menegaskan, helm merupakan perlengkapan keselamatan utama yang berfungsi melindungi kepala dari risiko cedera fatal saat terjadi kecelakaan.

“Helm bukan sekadar aksesori atau pelengkap kendaraan. Helm adalah perlengkapan keselamatan yang wajib digunakan setiap pengendara. Kami masih menemukan pengemudi bentor yang membawa helm, tetapi tidak memakainya dan hanya menggantungnya di kendaraan. Kebiasaan seperti ini harus diubah karena keselamatan tidak bisa ditawar,” tegas AKP Nurmaya.

Berita Terkait:  Curi Empat Unit Iphone, Dua Residivis Ini Dibekuk Polisi

Ia berharap kesadaran para pengemudi bentor untuk menggunakan helm terus meningkat, sehingga angka pelanggaran lalu lintas dapat ditekan dan risiko fatalitas akibat kecelakaan di jalan raya dapat diminimalkan.(Roy)