Metropolis

Diduga Kelaparan, DPO Polres Gorut yang Bunuh Istri Datangi Rumah Warga di Puncak Mandiri

×

Diduga Kelaparan, DPO Polres Gorut yang Bunuh Istri Datangi Rumah Warga di Puncak Mandiri

Sebarkan artikel ini
Diduga Kelaparan, DPO Polres Gorut yang Bunuh Istri Datangi Rumah Warga di Puncak Mandiri
Kapolsek Sumalata, Iptu. Nurwahid Kiay Demak bersama tim saat melakukan pencarian tersangka IN, Rabu (1/10/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Tersangka SN yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena diduga menganiaya IH yang tidak lain adalah istrinya sendiri hingga kehilangan nyawa, dikabarkan mendatangi salah satu rumah warga milik dari Riani Mahajani alias Nai pada Selasa (30/9/2025) untuk meminta makan.

Berita Terkait:  Kasus Kerusuhan Pohuwato Mulai Disidangkan, Satu dari 35 Terdakwa Tak Hadir

Saat itu, Nai hanya bersama dengan anaknya di rumah atau camp, sementara suaminya tengah mencari gas lpg di perkampungan.

Informasinya saat mendatangi rumah Nai, IN membawa parang. Sontak Nai bersama anaknya ketakutan.

Berita Terkait:  Ngamuk Sambil Acungkan Sajam, Seorang Warga Komplek Pasar Sentral Diamankan Polisi

Kapolsek Sumalata, Iptu. Nurwahid Kiay Demak saat dihubungi Rabu (1/10/2025) mengatakan bahwa

informasi terkait SN yang mendatangi rumah warga tersebut memang beredar di media sosial.

Berita Terkait:  Sejumlah Massa Gelar Aksi Bela Palestina di Simpang Lima Kota Gorontalo

“Kami dari Polsek Sumalata usai menerima informasi tersebut langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 19.00 Wita dan tiba sekitar pukul 20.00 Wita,” ungkapnya.

Di perjalanan, Kapolsek bersama tim bertemu dengan suami dari Nai dan mengajak untuk melakukan pengintaian bersama-sama.

Berita Terkait:  Bawa Miras 1 Ton, Mobil Milik Pemerintah Ditahan Polisi

“Jadi kami bersama suami dari Nai, bergerak melewati rumah mereka, setelah mendapatkan posisi, kami melakukan pengintaian sampai sekira pukul 02.00 Wita,” jelas Nurwahid.

Sekitar pukul 22.00 saat melakukan pengintaian, Tim Resmob Polres Gorontalo Utara (Gorut) tiba dan langsung ikut bergabung. Sampai pukul 23.00 Wita tidak ada tanda-tanda pergerakan, tim kemudian bergerak menuju puncak sekitar pukul 03.00 Wita sampai di camp dari saudara Iwan.

Berita Terkait:  Siswi SMP di Bone Bolango yang Tewas Gantung Diri, Polisi: Dipicu Sakit Hati

“Kami menggali informasi, yang ternyata Iwan tidak melihat tersangka sama sekali, walaupun ada informasi di media sosial,” tegasnya.

Tim sampai sore hari bergerak melakukan pencarian, bahkan sempat hampir tersesat. Hanya mengikuti jejak para pencari daun woka.

Berita Terkait:  Polsek Botupingge Razia Sejumlah Warung yang Teridentifikasi Jualan Miras

“Tim dari puncak mandiri bergerak sampai ke hutan desa Kasia, namun tidak menemukan atau melihat tanda keberadaan dari tersangka sampai sekitar pukul 16.00 Wita ” ujarnya.

Kapolsek Sumalata mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di hutan dan kebun

Berita Terkait:  Bawa Paket Sabu, Remaja Asal Limboto Diringkus Polisi

agar berhati-hati dan sebisanya jangan hanya sendiri, harus ada teman.

“Apalagi para suami agar tidak meninggalkan istri dan anak saja. Karena tersangka ini selalu membawa parang. Dan jika melihatnya segera memberitahukan kepada aparat atau perangkat desa,” kata Nurwahid.

Berita Terkait:  Dugaan Perundungan di SMKN 1: Ustadz Bahmid Desak Pemprov Evaluasi Pihak Sekolah

Bila memang bersua atau didatangi oleh tersangka, warga diharapkan bersikap biasa saja sekaligus memberikan nasehat atau masukan agar segera menyerahkan diri.

Jangan melakukan sesuatu yang membuat tersangka kembali melakukan perbuatan melawan hukum.

Berita Terkait:  Bantu Perbaikan Jembatan, Seorang Warga Bongomeme Tewas Usai Tertimbun Material

“Dari informasi yang diterima, warga meyakini itu adalah tersangka, tapi rambutnya sudah agak gondrong,” tandasnya.(Alosius)