Hargo.co.id, GORONTALO – Tersangka SN yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena diduga menganiaya IH yang tidak lain adalah istrinya sendiri hingga kehilangan nyawa, dikabarkan mendatangi salah satu rumah warga milik dari Riani Mahajani alias Nai pada Selasa (30/9/2025) untuk meminta makan.
Saat itu, Nai hanya bersama dengan anaknya di rumah atau camp, sementara suaminya tengah mencari gas lpg di perkampungan.
Informasinya saat mendatangi rumah Nai, IN membawa parang. Sontak Nai bersama anaknya ketakutan.
Kapolsek Sumalata, Iptu. Nurwahid Kiay Demak saat dihubungi Rabu (1/10/2025) mengatakan bahwa
informasi terkait SN yang mendatangi rumah warga tersebut memang beredar di media sosial.
“Kami dari Polsek Sumalata usai menerima informasi tersebut langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 19.00 Wita dan tiba sekitar pukul 20.00 Wita,” ungkapnya.
Di perjalanan, Kapolsek bersama tim bertemu dengan suami dari Nai dan mengajak untuk melakukan pengintaian bersama-sama.
“Jadi kami bersama suami dari Nai, bergerak melewati rumah mereka, setelah mendapatkan posisi, kami melakukan pengintaian sampai sekira pukul 02.00 Wita,” jelas Nurwahid.
Sekitar pukul 22.00 saat melakukan pengintaian, Tim Resmob Polres Gorontalo Utara (Gorut) tiba dan langsung ikut bergabung. Sampai pukul 23.00 Wita tidak ada tanda-tanda pergerakan, tim kemudian bergerak menuju puncak sekitar pukul 03.00 Wita sampai di camp dari saudara Iwan.
“Kami menggali informasi, yang ternyata Iwan tidak melihat tersangka sama sekali, walaupun ada informasi di media sosial,” tegasnya.
Tim sampai sore hari bergerak melakukan pencarian, bahkan sempat hampir tersesat. Hanya mengikuti jejak para pencari daun woka.
“Tim dari puncak mandiri bergerak sampai ke hutan desa Kasia, namun tidak menemukan atau melihat tanda keberadaan dari tersangka sampai sekitar pukul 16.00 Wita ” ujarnya.
Kapolsek Sumalata mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di hutan dan kebun
agar berhati-hati dan sebisanya jangan hanya sendiri, harus ada teman.
“Apalagi para suami agar tidak meninggalkan istri dan anak saja. Karena tersangka ini selalu membawa parang. Dan jika melihatnya segera memberitahukan kepada aparat atau perangkat desa,” kata Nurwahid.
Bila memang bersua atau didatangi oleh tersangka, warga diharapkan bersikap biasa saja sekaligus memberikan nasehat atau masukan agar segera menyerahkan diri.
Jangan melakukan sesuatu yang membuat tersangka kembali melakukan perbuatan melawan hukum.
“Dari informasi yang diterima, warga meyakini itu adalah tersangka, tapi rambutnya sudah agak gondrong,” tandasnya.(Alosius)












