Kabar Nusantara

Perpres RI Nomor 111 Tahun 2025, LGBTQ Masuk Ancaman Negara

×

Perpres RI Nomor 111 Tahun 2025, LGBTQ Masuk Ancaman Negara

Share this article
Perpres RI Nomor 111 Tahun 2025, LGBTQ Masuk Ancaman Negara
Ilustrasi LGBTQ (AI).

Hargo.co.id, JAKARTA – Kebijakan pemerintah pusat terkait penyelenggaraan pertahanan negara kembali menjadi perhatian setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029.

Berita Terkait:  Kapolda Gorontalo Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Otanaha 2023

Di lansir dari Disway.id, regulasi tersebut memuat berbagai kategori ancaman yang dinilai dapat memengaruhi keamanan, ketahanan, serta keselamatan bangsa.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah mengelompokkan ancaman menjadi tiga kategori utama, yakni ancaman militer, ancaman nonmiliter, dan ancaman hibrida.

Berita Terkait:  Didesak Organisasi Pers, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf atas Ucapan kepada Wartawan

Ancaman nonmiliter dijelaskan sebagai berbagai aktivitas atau kondisi yang tidak menggunakan kekuatan bersenjata namun berpotensi mengganggu kedaulatan negara, keutuhan wilayah, maupun keselamatan masyarakat.

Perpres tersebut menguraikan sejumlah ancaman nonmiliter yang mencakup berbagai dimensi, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi, keselamatan umum, hingga aspek legislasi.

Berita Terkait:  Bocah 5 Tahun Tewas Lantaran Ditabrak Mobil Pejabat

Beberapa contoh yang disebutkan antara lain penyebaran ideologi terlarang, terorisme, radikalisme, perang informasi, perjudian daring,

pinjaman online ilegal, perdagangan ilegal, penyalahgunaan narkotika, hingga berbagai persoalan sosial yang dinilai dapat memengaruhi ketahanan masyarakat.

Berita Terkait:  Setara Institute Sebut Mantra Presisi Jadi Pemicu Pemulihan Kepercayaan Terhadap Polri

Pada bagian matriks penyelenggaraan pertahanan nirmiliter, isu Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) dicantumkan dalam kategori sosial dan budaya.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menilai berbagai persoalan sosial tertentu berpotensi menimbulkan dampak terhadap ketahanan keluarga, kualitas sumber daya manusia, serta stabilitas sosial apabila tidak dikelola dengan baik.

Berita Terkait:  Polsek Paguyaman Pantai Sosialisasikan Pentingnya Berlalulintas Lewat Bagi-bagi Takjil

Selain ancaman nonmiliter, Perpres juga mengatur ancaman hibrida yang merupakan kombinasi antara ancaman militer dan nonmiliter.

Bentuk ancaman ini meliputi serangan siber terintegrasi, penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan, penggunaan drone untuk tujuan yang membahayakan keamanan, hingga gangguan terhadap sistem komando, komunikasi, dan pengawasan strategis negara.

Berita Terkait:  Peringati 25 Tahun Menjadi Abdi Negara, Alumnus Akabri 98 Gorontalo Blusukan Bantu Masyarakat

Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa Perpres Nomor 111 Tahun 2025 disusun sebagai pedoman nasional

dalam penyelenggaraan sistem pertahanan negara yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

Berita Terkait:  229 Bintara Baru Lulusan SPN Polda Gorontalo Resmi Dilantik

Regulasi tersebut merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa

Berita Terkait:  Gelar Bazar UMKM di Peringatan Hari Ibu ke-97, Cara Merlan Uloli Gairahkan Perekonomian Daerah

penyebutan LGBTQ dalam lampiran peraturan tersebut merupakan bagian dari pemetaan ancaman nonmiliter pada sektor sosial dan budaya.

Ia menegaskan bahwa poin tersebut bukan fokus utama regulasi, melainkan salah satu
Berita Terkait:  Kurang dari 30 Hari, Satgas Narkoba Tangkap 3.410 Tersangka

dari berbagai isu yang dipetakan pemerintah dalam kerangka pertahanan negara.

Menurutnya, dokumen tersebut juga mencakup berbagai ancaman lain yang memiliki dampak luas terhadap keamanan nasional,

Berita Terkait:  Kapolda Pimpin Sertijab Dua Kapolres di Jajaran Polda Gorontalo

seperti radikalisme, terorisme, perjudian daring, perdagangan ilegal, penyalahgunaan narkotika, serangan siber, bencana alam, hingga wabah penyakit.

Rico menambahkan bahwa identifikasi ancaman nonmiliter dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Berita Terkait:  Kapolda Gorontalo Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Otanaha 2023

Dengan demikian, substansi dalam Perpres tidak hanya berasal dari Kementerian Pertahanan, tetapi merupakan hasil penyusunan bersama berbagai instansi pemerintah.

Sementara itu, sejumlah kalangan di parlemen menyambut positif terbitnya Perpres Nomor 111 Tahun 2025.

Berita Terkait:  Bocah 5 Tahun Tewas Lantaran Ditabrak Mobil Pejabat

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyatakan bahwa regulasi tersebut dapat menjadi pijakan strategis

dalam memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah berkembangnya berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Berita Terkait:  Setara Institute Sebut Mantra Presisi Jadi Pemicu Pemulihan Kepercayaan Terhadap Polri

Perpres Nomor 111 Tahun 2025 diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun langkah-langkah pencegahan, mitigasi,

dan penanganan berbagai ancaman yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional selama periode 2025–2029.(*) 

Berita Terkait:  Gelar Bazar UMKM di Peringatan Hari Ibu ke-97, Cara Merlan Uloli Gairahkan Perekonomian Daerah