Persepsi

Salam Perbaikan untuk Negeri yang Kehilangan Rimbanya

×

Salam Perbaikan untuk Negeri yang Kehilangan Rimbanya

Share this article
Salam Perbaikan untuk Negeri yang Kehilangan Rimbanya
Ilustrasi. (TBnews)

Di antara celahnya adalah ketika kekuasaan datang membawa seperangkat kepentingan sehingga kesejahteraan rakyat dapat bergeser dari tujuan utama menjadi sekadar slogan yang membanjiri saat kampanye saja.

Berita Terkait:  Saat Pangan Menjadi Mewah: Alarm Ombudsman atas Mahalnya Beras dan Minyak Goreng di Gorontalo

Di titik inilah hukum dapat terlihat begitu ideal di atas kertas, tetapi begitu rapuh ketika berhadapan dengan kepentingan.

Islam menawarkan sesuatu yang lebih mendasar. Bukan hanya aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan negara, tetapi juga membentuk siapa yang menjalankan negara dan dengan kesadaran apa ia menjalankannya.

Berita Terkait:  Saat Wali Kota Gorontalo Turun, Birokrasi Tak Bisa Lagi Berlindung di Balik Meja

Dalam Islam, penguasa adalah raa’in (pengurus rakyat) sekaligus junnah (pelindung mereka). Kekuasaan bukan privilege untuk mencari keuntungan, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Karena itu, negara dalam Islam tidak sekadar menjadi regulator yang berdiri di tengah tarik-menarik kepentingan, apalagi regulator yang tunduk pada kepentingan oligarki.

Berita Terkait:  Menjaga Ingatan, Menumbuhkan Karakter

Negara bertugas mengelola sumber daya alam sesuai syariat, memastikan manfaatnya kembali kepada rakyat, menjaga kelestariannya,

serta mencegah siapa pun mengambil keuntungan dengan mengorbankan kepentingan umum.

Berita Terkait:  Tragedi Negeri Muslim yang Dijadikan Medan Rampasan

Pelaku pembakaran pun tidak dibiarkan menjadikan kerusakan sebagai ongkos murah untuk memperoleh keuntungan. Ketika seseorang membakar hutan dan menimbulkan mudarat bagi masyarakat, negara wajib memberikan sanksi yang tegas dan mencegah kerusakan serupa terulang.

Maka persoalan karhutla hari ini semestinya tidak berhenti pada pertanyaan, β€œdi mana negara?” Lebih jauh dari itu: negara hadir dengan sistem yang seperti apa?

Berita Terkait:  Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Wallahu’alam Bishawab.(*)