Legislatif

Triwulan I akan Berakhir, OPD di Gorut Belum Melaksanakan Kegiatan Fisik

×

Triwulan I akan Berakhir, OPD di Gorut Belum Melaksanakan Kegiatan Fisik

Share this article
Triwulan I akan Berakhir, OPD di Gorut Belum Melaksanakan Kegiatan Fisik
Rapat evaluasi yang digelar Komisi III DPRD Gorut.

Hargo.co.id, GORONTALO – Memasuki akhir triwulan pertama pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Gorut, belum ada yang melaksanakan kegiatan fisik.

Berita Terkait:  Pansus Targetkan Ranperda KPK Rampung Bulan Ini

Hal ini dikatakan oleh anggota Komisi III DPRD Gorut, Windra Lagarusu usai rapat Komisi III

dengan mitra kerja terkait dengan efisiensi anggaran yang diterapkan saat ini.

Berita Terkait:  Pemkab Gorut Diminta Optimalkan Potensi PAD

“Terkait dengan realisasi anggaran pada triwulan pertama ini, rata-rata OPD belum ada kegiatan fisik yang berjalan,” ungkapnya.

Menurut Windra, dari penjelasan OPD yang menjadi fokus atau terdampak efisiensi yakni pertama perjalanan dinas, kemudian konsumsi dan ATK.

Berita Terkait:  Banyak Kegiatan 2024 Masih Terhutang, Terungkap Saat Pembahasan LKPJ Bupati Gorut

Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk realisasi anggaran yang ada saat ini dalam triwulan pertama sesuai dengan penjelasan yang kami terima yakni pada belanja rutin pegawai, kemudian belanja makan dan minum serta ATK dan lainnya.

Ada hal yang menarik dalam pembahasan bersama OPD mitra tersebut, yakni terkait dengan BPJS

Berita Terkait:  Astaga! Ada Duplikasi Nomenklatur Anggaran di KUA-PPAS 2027 Pemprov Gorontalo

yang menjadi beban APBD ternyata belum terbayarkan selama tiga bulan berjalan ini.

“Hal ini dikhawatirkan akan berimbas kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan BPJS,” tegasnya.

Berita Terkait:  Terkait IPA Lemito, Rizal: Sudah Diresmikan, Tapi Tak Bisa Dimanfaatkan

Pasalnya, ketika telah menunggak tiga bulan otomatis tidak akan bisa dilayani, karena tidak dicover pembayarannya akibat dari belum disetor oleh pemerintah daerah.

Yang berikut masalah di dinas kesehatan itu adalah soal TPK (Tenaga Penunjang Kegiatan).

Berita Terkait:  Komisi I Dekab Gorut Mediasi Persoalan Desa Pinontoyonga

Di OPD tersebut, ada dokter yang sampai hari ini belum diadakan kontrak kerja karena adanya edaran Menpan RB

yang tidak memperbolehkan ada lagi tenaga kontrak atau sebutan lainnya.

Berita Terkait:  Tahun 2024, DPRD Kabgor Usulkan 11 Ranperda

“Dan itu menjadi problem sekarang sehingga takutnya ini akan berimbas ke pelayanan kesehatan di rumah sakit,” tandasnya.(Alosius)