Hargo.co.id, GORONTALO – Seorang pemuda asal Desa Huntu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Tondano, Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 05.15 Wita.
Korban diketahui bernama Utun Gani (21). Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi DM 3430 EM dari arah Jalan Barito menuju Jalan Jhon Aryo Katili (eks Jalan Andalas).
Warga sekitar lokasi, Ilyas Katili, menuturkan korban diduga melaju dengan kecepatan tinggi ketika melintasi ruas jalan yang menikung. Saat berada di dekat sebuah kios, sepeda motor yang dikendarainya diduga kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kanan jalan.
“Motor korban terlihat oleng sebelum akhirnya menghantam beton trotoar dan pohon di tepi jalan,” ujar Ilyas.
Benturan keras mengakibatkan korban terpental dan mengalami luka berat di bagian kepala.
Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah pada bagian depan.
Tak lama setelah kejadian, personel kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan evakuasi terhadap korban. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Huntu untuk disemayamkan.
Sejumlah rekan korban menyebutkan, sebelum kecelakaan terjadi, Utun baru saja mengikuti nonton bareng (Nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia antara Argentina dan Inggris.
Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan dari teman-teman korban dan belum dapat dipastikan memiliki keterkaitan dengan penyebab kecelakaan.
Kasatlantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Nurmaya Kasim, SIK, membenarkan peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya, petugas telah melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan keterangan di lapangan untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” ujarnya.
Nurmaya juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari perilaku berkendara yang berisiko.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran lalu lintas, menghindari kebut-kebutan maupun konvoi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan hingga merenggut nyawa,” tegasnya.(Roy)












