Hargo.co.id, GORONTALO – Keterbatasan jumlah tenaga pendidik dan pembina Pramuka dibandingkan dengan jumlah peserta didik menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Roman Nasaru.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pengembangan kegiatan kepramukaan di daerah.
Sebagai upaya menjawab tantangan itu, Roman Nasaru yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo membuka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Instruktur Muda (PPIM) Tahun 2026, yang digelar di Gedung Sanggar Pramuka Kwarcab Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/2/2026).
Roman Nasaru menegaskan, pelaksanaan PPIM menjadi langkah strategis untuk mencetak instruktur muda yang siap terjun mendukung pembinaan kepramukaan di Gugus Depan.
“Kegiatan ini sangat penting dan krusial. Secara riil, jumlah pembina Pramuka saat ini belum sebanding dengan jumlah peserta didik,
sehingga belum mencapai kondisi ideal,” ujar Roman Nasaru dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Instruktur Muda merupakan Pramuka Penegak dan Pandega berusia minimal 17 tahun yang memiliki keahlian tertentu
dan dibekali peran untuk membantu pengembangan kegiatan kepramukaan yang menarik, menantang, aman, serta sarat nilai pendidikan.
Politisi Partai NasDem itu berharap, melalui PPIM 2026 akan lahir tenaga pendidik kepramukaan yang kompeten dan berintegritas,
bukan sekadar memperoleh pengakuan formal, tetapi juga dibuktikan dengan kemampuan dan sertifikasi kepramukaan yang jelas.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali Pramuka Penegak dan Pandega dengan keterampilan khusus agar mereka mampu
membantu Gugus Depan dalam memberikan materi kepramukaan kepada Pramuka Siaga dan Penggalang secara sukarela,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan PPIM ini, Roman Nasaru optimistis kualitas pembinaan kepramukaan di Kabupaten Gorontalo akan semakin meningkat dan berkelanjutan.(Deice)












