HeadlineLegislatif

Gelar Aksi di DPRD Kabgor, Tapera Pertanyakan Kelanjutan Persoalan Pemdes-BSG

×

Gelar Aksi di DPRD Kabgor, Tapera Pertanyakan Kelanjutan Persoalan Pemdes-BSG

Sebarkan artikel ini
Gelar Aksi di DPRD Kabgor, Tapera Pertanyakan Kelanjutan Persoalan Pemdes-BSG
Aksi saling dorong antara polisi dengan para pendemo di depan Gedung DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin (21/10/2024). (Foto: Deice)

Hargo.co.id, GORONTALOMassa aksi yang mengatasnamakan aliansi Tangis Penderitaan Rakyat (Tapera) kembali menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Gorontalo pada Senin (21/10/2024).

Berita Terkait:  Ini yang Jadi Pemicu Aksi Demo Anarkis di Pohuwato

Pantauan media ini, aksi yang mempertanyakan kelanjutan persoalan Dinas Pemerintahan Desa dan Bank Sulutgo tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa aksi dan kepolisian.

Aksi saling dorang tersebut tak terhindarkan saat massa aksi memaksa masuk dan ingin bertemu dengan pimpinan DPRD Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Iskandar Soroti Lemahnya Koordinasi OPD Kabgor, Gaji Penjaga Rumah Adat Nunggak Empat Bulan

Sementara itu, didalam ruang paripurna dan ruang rapat Dulohupa, pimpinan dan anggota DPRD sementara memimpin rapat dengar pendapat (RDP).

Sawal, selaku jenderal lapangan dalam orasinya mempertanyakan persoalan Dinas Pemdes

yang meminta bantuan sejumlah barang ke Bank Sulutgo dalam rangka memfasilitas untuk menunjang kinerja sistem keuangan desa.

Berita Terkait:  Pelantikan Aleg DPRD Gorut Terus Dimatangkan

“Kami ingin pertanyakan ke DPRD sejauh ini bagaimana kelanjutan persoalannya, sebagai Lembaga pengawasan,” kata Sawal.

Selang satu jam menunggu, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira dan sejumlah anggota lainnya menerima massa aksi.

Berita Terkait:  Pansus Ranperda Pajak dan Retribusi DPRD Gorut Bahas Tarif Layanan Kesehatan

Dalam penyampaiannya kepada massa aksi, Zulfikar Usira mengatakan, DPR sebagai lembaga pengawasan sudah berupaya semaksimal mungkin menerima aspirasi masyarakat.

DPRD, kata Zulfikar, menindaklanjuti ha tersebut dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pelapor dari BEM UG dengan pihak Pemdes dan BSG.

Berita Terkait:  Daging Murah

“Kami sudah mengundang semuanya melakukan pertemuan dan saat ini menunggu hasil inspektorat,” jelas Zulfikar.

Zulfikar juga meminta maaf pada masa aksi yang menunggu lama dan tidak bisa masuk ke ruangan. Dirinya mengaku sementara menangani aspirasi dari masyarakat.

Berita Terkait:  Perbaikan Jalan Duhiadaa-Randangan, Nirwan Minta Direalisasikan 2024

“Saya atas nama pribadi dan lembaga meminta maaf atas ketidaknyamanan,” pungkas Zulfikar.(*)

Penulis: DeiceĀ 

Berita Terkait:  Diduga Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah di Liluwo Ludes Terbakar