Legislatif

Ijazah Cawabup Gorut dari Golkar Dipertanyakan: Lulus SMA 2012, Pernah jadi Aleg di 2009

×

Ijazah Cawabup Gorut dari Golkar Dipertanyakan: Lulus SMA 2012, Pernah jadi Aleg di 2009

Share this article
Ijazah Cawabup Gorut dari Golkar Dipertanyakan_ Lulus SMA 2012, Pernah jadi Aleg di 2009
Suasana rapat yang digelar Komisi I DPRD Gorut.

Hargo.co.id, GORONTALO – Ijazah Calon Wakil Bupati (Cawabup) Gorontalo Utara (Gorut) dari partai Golkar, Nurjana Yusuf dipertanyakan.

Berita Terkait:  BK DPRD Kabgor Terus Dalami Dugaan Kasus Perselingkuhan Oknum Aleg RM

Sebab, Nurjana tercatat menyelesaikan pendidikan menengah atasnya atau SMA nanti pada tahun 2012. Sementara, istri dari ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili ini, pernah menjadi aleg pada periode 2009-2014.

“Yang jadi pertanyaan disini, pada saat itu yang bersangkutan menggunakan ijazah apa? Ataukah disini ada mis informasi terkait riwayat pendidikan ini,” kata Ketua FPDG, Ridwan Yasin pada rapat kerja yang digelar Komisi I DPRD Gorut.

Berita Terkait:  Aleg Kabupaten Gorontalo Komit Sukseskan Pemilu 2024

Mempertanyakan ijazah Nurjana, Ridwan bukan tanpa alasan. Kata dia, dirinya tak mau hanya gara-gara ijazah ini, PSU Pilkada Gorut akan berulang lagi.

“Soal nama saja dipersoalkan padahal jelas merujuk pada orang yang sama,” celetuk Ridwan.

Berita Terkait:  DPRD Kabgor Usul Ranperda Perlindungan Petani

Maka Ridwan menegaskan bahwa hal-hal seperti ini harus diselesaikan segera, agar tidak ada lagi persoalan dikemudian hari yang mengakibatkan PSU lagi.

“Disini kita tidak menjustifikasi, namun secara logika ketika kita berpikir, kalau yang bersangkutan lulus sekolah menengah atas pada tahun 2012, maka saat mendaftar ikut pileg dan duduk sebagai wakil rakyat pada tahun 2009 tersebut menggunakan ijazah apa?” tegasnya.

Berita Terkait:  Thariq Dinilai Tak Mampu Pimpin Daerah, DPRD Diminta Bentuk Pansus Interpelasi

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Gorut, Sofyan Djakfar mangatakan bahwa pihaknya dalam hal ini hanya memferivikasi dokumen administrasi calon kepala daerah pengganti yang diusulkan oleh PDIP yakni Muhamad Sidik Nur.

“Dan untuk kelima berkas lainnya kita tidak lakukan verifikasi,” terangnya.

Berita Terkait:  Tahun Ini, Program yang Dilaksanakan Harus Pro Rakyat

Bagaimana dengan informasi terkait dengan riwayat pendidikan dari Nurjana Yusuf tersebut?

Sofyan mengatakan bahwa informasi ada calon wakil bupati yang riwayat pendidikannya tidak jelas,

Berita Terkait:  Komisi l DPRD Kabgor Gelar RDP Terkait Seleksi PPPK

itu terungkap dalam rapat bersama dengan Komisi 1 dengan pihak terkait lainnya.

“Saya kira itu informasi awal dari Bawaslu untuk menelusuri kebenaran informasi itu. Namun jika itu di proses oleh Bawaslu, maka KPU menunggu apa yang akan diputuskan oleh Bawaslu dan kita wajib tindaklanjuti,” tegas Sofyan.

Berita Terkait:  Irwan Ajak Warga Lestarikan Lingkungan

Namun kata Sofyan, ketika Bawaslu mengambil tindakan atau langkahnya, itu tidak akan mengganggu tahapan pelaksanaan PSU.

“Karena itu akan berjakan dengan sendiri, kan Bawaslu ada tahapan tersendiri,” tandasnya.(Alosius) 

Berita Terkait:  Ranperda APBD Kabgor 2025 Mulai Dibahas