Hargo.co.id, GORONTALO – Perpustakaan Nuwair di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, mendapat kesempatan menunjukkan kualitas pengelolaannya dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Gorontalo 2026.
Penilaian lapangan atau visitasi terhadap perpustakaan tersebut berlangsung Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi perpustakaan desa/kelurahan terbaik di tingkat Provinsi Gorontalo.
Perpustakaan Nuwair sebelumnya berhasil meraih predikat juara pertama pada tingkat kabupaten/kota. Capaian itu mengantarkan perpustakaan tersebut menjadi salah satu peserta yang diperhitungkan dalam kompetisi tingkat provinsi.
Dalam visitasi, tim juri melakukan penilaian secara langsung terhadap berbagai aspek pengelolaan perpustakaan. Tidak hanya kondisi sarana dan prasarana, penilaian juga menyasar kualitas pelayanan, pengelolaan koleksi, administrasi, kegiatan literasi serta inovasi yang dikembangkan untuk masyarakat.
Tim juri terdiri dari Pustakawan Ahli Utama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Erna Harmain, akademisi Ampauleng Zainuddin, serta pegiat literasi Apris Nawu.
Mereka melakukan observasi sekaligus mencocokkan kondisi di lapangan dengan dokumen dan bukti dukung yang menjadi bagian dari instrumen penilaian.
Pengelola Perpustakaan Nuwair, Zulkifli, turut memaparkan berbagai program yang telah dijalankan. Presentasi tersebut mencakup pengelolaan perpustakaan, pemanfaatan koleksi, kegiatan literasi serta berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Program-program tersebut diarahkan agar perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca atau meminjam buku,
tetapi juga mampu menjadi ruang belajar dan pusat informasi bagi masyarakat Kelurahan Liluwo.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto mengatakan, pelaksanaan lomba perpustakaan desa dan kelurahan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi momentum untuk mendorong setiap perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan meningkatkan kualitas pengelolaan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Perpustakaan desa dan kelurahan harus terus berinovasi agar keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga menjadi pusat informasi, pembelajaran dan kegiatan literasi masyarakat,” kata Ridwan.
Ia menambahkan, perpustakaan yang dikelola secara optimal dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk itu, pengembangan perpustakaan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.
Pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, pengelola perpustakaan, sekolah, komunitas literasi hingga masyarakat dinilai memiliki peran dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Ridwan juga mendorong agar perpustakaan dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang aktif dan produktif.
Dengan demikian, manfaat perpustakaan tidak sebatas menyediakan bahan bacaan,
tetapi turut membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kreativitas.
Seluruh hasil observasi dan penilaian dalam tahapan visitasi selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dewan juri
untuk menentukan perpustakaan desa/kelurahan terbaik tingkat Provinsi Gorontalo 2026.
Perpustakaan yang nantinya meraih predikat terbaik diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek administrasi dan fasilitas,
tetapi juga mampu menunjukkan inovasi serta dampak nyata terhadap masyarakat.(Diyanti)












