Hargo.co.id, GORONTALO – Juru Bicara Gubernur Gorontalo, Dr. Alvian Mato, membantah tudingan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang menyebut Gubernur Gorontalo ikut “mengompori” Menteri Kebudayaan Fadli Zon terkait polemik pembongkaran cagar budaya.
Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Adhan dalam apel Senin bersama aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Gorontalo di Lapangan Taruna Remaja, Senin (7/9/2026). Pernyataan itu kemudian beredar melalui video di media sosial.
Dalam sambutannya, Adhan mempertanyakan langkah Gubernur Gorontalo yang mendatangi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kaitannya dengan pengusulan HB Jassin dan dr. Aloei Saboe sebagai calon Pahlawan Nasional.
Menurut Adhan, urusan pengusulan calon Pahlawan Nasional semestinya dilakukan melalui Kementerian Sosial, bukan Kementerian Kebudayaan.
Menanggapi pernyataan tersebut, Alvian Mato menilai pemahaman Adhan mengenai mekanisme pengusulan Pahlawan Nasional perlu diluruskan.
“Saya heran Wali Kota tidak paham pengusulan Pahlawan Nasional,” kata Alvian.
Ia menjelaskan, kedatangan Gubernur Gorontalo menemui Fadli Zon bukan berkaitan dengan persoalan cagar budaya. Pertemuan tersebut, kata dia, dilakukan atas arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Arahan itu diberikan setelah Gubernur Gorontalo melakukan audiensi dengan Menteri Sosial RI pada 21 April 2026.
“Gubernur Gorontalo mendatangi Fadli Zon atas arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, hasil audiensi dengan Menteri Sosial RI pada 21 April 2026,” ujarnya.
Alvian kemudian menjelaskan alasan Gubernur menemui Fadli Zon dalam proses pengusulan calon Pahlawan Nasional asal Gorontalo.
Menurutnya, Fadli Zon memiliki posisi penting dalam mekanisme pemberian gelar Pahlawan Nasional karena menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
“Kenapa mendatangi Fadli Zon? Karena beliau sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Ia bertanggung jawab langsung kepada Presiden,” jelas Alvian Mato.
Ia menegaskan, proses pemberian gelar Pahlawan Nasional memang berada dalam mekanisme Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (DGTK).
Untuk itu, Alvian membantah jika kunjungan Gubernur Gorontalo kepada Fadli Zon dikaitkan dengan persoalan cagar budaya.
“Jadi tidak ada urusan dengan cagar budaya,” tegasnya.
Polemik tersebut mencuat setelah adanya pernyataan mengenai pembongkaran cagar budaya
yang kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai komunikasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kota Gorontalo.(Rls)












