Metropolis

5 Mahasiswanya Divonis 3 Tahun Penjara, IAIN Gorontalo Bungkam

×

5 Mahasiswanya Divonis 3 Tahun Penjara, IAIN Gorontalo Bungkam

Sebarkan artikel ini
5 Mahasiswanya Divonis 3 Tahun Penjara, IAIN Gorontalo Bungkam
Gedung Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo. (Foto: LPM Humanika)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo enggan berkomentar terkait lima mahasiswa yang divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo.

Berita Terkait:  Enggan Lunasi Hutang Ratusan Juta, Oknum Caleg di Bone Bolango Digugat ke Pengadilan

Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Rulyjanto Podungge saat dikonfirmasi awak media mengaku belum bisa berkomentar dan masih memiliki sejumlah kesibukan.

“Saya belum mau kasih tanggapan soal ini. Soalnya masih banyak data yang musti saya mo input hari ini,” kata Rulyjanto Podungge saat ditemui awak media pada Rabu (17/7/2024).

Berita Terkait:  Kebakaran di Luhu Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebelumnya, Hakim PN Gorontalo menjatuhkan vonis kepada 5 terdakwa kasus kematian Mahasiswa IAIN Gorontalo dengan hukuman 3 tahun penjara.

Putusan tersebut membuat pihak korban Hasan Saputra Marjono, mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo yang meninggal saat pengkaderan itu di sangat kecewa.

Berita Terkait:  Dua Nelayan di Kota Gorontalo jadi Tersangka Ilegal Fishing

“Kami dari pihak keluarga sedikit kecewa, karna putusan sanksi pidananya hanya 3 tahun dibawa dari tuntutan jaksa,” kata Aprian Saputra, kakak korban.

“Padahal tuntutan jaksa itu 4 tahun,” ujarnya saat diwawancarai usai PN Gorontalo membacakan putusan tersebut.

Berita Terkait:  Asik Main Judi Slot Online di Warkop, Empat Pemuda Dibekuk Polisi

Aprian Saputra, juga meminta pertanggung jawaban pihak kampus untuk memberlakukan sanksi drop out (DO) kepada terdakwa.

“Saya rasa pihak kampus harus memberikan DO kepada terdakwah, karena sudah mencoreng nama baik kampus,” ungkapnya.(*) 

Berita Terkait:  Satu Unit Kantor Koperasi di Tilango Ludes Dilahap Si Jago Merah

Penulis: Abdulharis Kune/Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis