EdukasiHeadline

Banyak Siswa Komplek Sekolah Tak Lulus, Penerapan PPDB Zonasi di Kota Gorontalo Dipertanyakan

×

Banyak Siswa Komplek Sekolah Tak Lulus, Penerapan PPDB Zonasi di Kota Gorontalo Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Banyak Siswa Komplek Sekolah Tak Lulus, Penerapan PPDB Zonasi di Kota Gorontalo Dipertanyakan
Gedung SMA Negeri 1 Gorontalo. (Foto: Syifa/Local Guide)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sejumlah orang tua serta wali murid di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo mempertanyakan penerapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur Zonasi.

Berita Terkait:  Pilgub 2024: Survei Tinggi, TU bakal Jadi Penantang Idah dan Marten di Golkar

Pasalnya, sejumlah murid yang mendaftar ke SMA Negeri 1 Gorontalo Kota Gorontalo dinyatakan tidak lulus. Padahal, Sekolah tersebut berada di wilayah kelurahan Ipilo.

Berdasarkan data yang diterima media ini, dari 309 siswa yang mendaftar lewat jalur Zonasi, ada 302 orang yang dinyatakan lulus. Sementara, 77 pendaftar dinyatakan tidak lulus.

Berita Terkait:  Mantan Ketua Partai Berkarya Diduga Lakukan Pemerkosaan, Terancam 12 Tahun Penjara

Anehnya, meski mendaftar lewat jalur Zonasi, ada 11 orang siswa di kelurahan Ipilo yang dinyatakan tidak lulus saat mendaftar di SMA Negeri 1 Gorontalo Kota Gorontalo.

Ferdinan Olii, salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Ipilo mengatakan, kejadian tersebut sudah berulangkali terjadi. Bahkan pernah menjadi sorotan dan dilakukan hearing di DPRD Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Dugaan Pungli dan Calo Nomor Antrian, Begini Penjelasan Pihak SPBU Ulapato

“Alasannya selalu sama, katanya titik maps tidak sesuai atau persoalan lain saat melakukan upload kartu keluarga (KK),” kata Ferdinan Olii saat diwawancarai awak media, Rabu (19/6/2024).

Menurutnya, hal ini sangat berdampak negatif bagi para calon siswa yang tidak lulus jalur Zonasi,

padahal rumah mereka hanya berjarak beberapa meter dari sekolah.

Berita Terkait:  Anak Pejabat Diduga Aniaya Pacarnya Hingga Tewas, Begini Kronologinya

“Banyak yang tidak lulus dan kehilangan semangat untuk bersekolah. Kasian para penerus daerah ini kalau begini. Ini kan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan dengan sekolah yang dekat dari rumahnya,” ucapnya.

Selaku tokoh masyarakat, Ferdinan Olii berharap hal ini bisa mendapatkan solusi agar tidak terulang kembali di tahun-tahun yang akan datang.

Berita Terkait:  Mahasiswa Bastrasia UNG Gelar Pelatihan Bagi Siswa SMAN 1 Suwawa

“Masalahnya, tidak semua orang tua berani untuk protes atau sekedar bersuara. Jadi, kami berharap ada solusi, tanpa harus menunggu protes dari orang tua dan justru berpotensi menciptakan masalah baru,” kata Ferdinan.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berusaha menghubungi Dinas Pendidikan dan Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo yang membidangi persoalan tersebut.(*) 

Berita Terkait:  Usulan Pilkada oleh DPRD, DEEP: Peluang Karpet Merah Bagi Oligarki Daerah

Penulis: Sucipto Mokodompis