HeadlineMetropolis

Sopir Truk Gelar Demo di Perlimaan Telaga, Tuntut Penindakan Mafia Solar Bersubsidi

×

Sopir Truk Gelar Demo di Perlimaan Telaga, Tuntut Penindakan Mafia Solar Bersubsidi

Sebarkan artikel ini
Sopir Truk Gelar Demo di Perlimaan Telaga, Tuntut Penindakan Mafia Solar Bersubsidi
Suasana aksi demonstrasi ratusan sopir truk di Perlimaan Telaga, yang menuntut pemerintah segera membentuk satgas pengawasan distribusi solar bersubsidi.

Hargo.co.id, GORONTALO – Ratusan sopir truk dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Perlimaan Telaga, Senin (25/5/2026).

Berita Terkait:  Polresta Gorontalo Kota Amankan 7 Tersangka TPPO

Mereka memprotes persoalan distribusi solar subsidi yang dinilai semakin sulit diperoleh para sopir angkutan barang.

Aksi yang digelar aliansi sopir se-Gorontalo itu menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat. Massa membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah, salah satunya mendesak pembentukan satuan tugas khusus untuk mengawasi penyaluran solar subsidi di seluruh SPBU.

Berita Terkait:  Dispora Provinsi Gorontalo Tegaskan Logo GHM Bukan Hasil Plagiarisme

Koordinator lapangan aksi, Erlin Adam, mengatakan kelangkaan solar subsidi sudah lama dikeluhkan para sopir.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas distribusi barang dan penghasilan para pengemudi.

Berita Terkait:  Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Orang Modus Pijat Refleksi di Gorontalo

“Kami meminta pemerintah serius menangani persoalan ini. Harus ada satgas pengawasan di setiap SPBU agar distribusi solar subsidi tepat sasaran,” ujar Erlin saat berorasi.

Ia menilai pengawasan distribusi BBM bersubsidi selama ini masih lemah sehingga membuka ruang terjadinya penyalahgunaan. Karena itu, pihaknya meminta pembentukan satgas melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, DPRD, Dinas Perhubungan hingga PT Pertamina Patra Niaga.

Berita Terkait:  Terdakwa Pembunuhan Mahasiswa IAIN Divonis 3 Tahun, Keluarga Korban Kecewa

Menurut Erlin, tuntutan pembentukan satgas sebenarnya sudah beberapa kali dibahas dalam pertemuan bersama pihak terkait. Namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah.

“Sudah ada pembicaraan sebelumnya dan dijanjikan akan dibentuk, tapi realisasinya belum terlihat. Itu sebabnya kami memilih turun aksi,” katanya.
Berita Terkait:  8 Rekomendasi Sepatu Running Mills Terbaik dan Paling Awet

Peserta aksi disebut berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Gorontalo dengan jumlah mencapai lebih dari seratus sopir truk. Mereka membawa kendaraan masing-masing sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.

Situasi sempat memanas ketika terjadi upaya penertiban massa akibat sebagian ruas jalan ditutup selama aksi berlangsung. Meski demikian, demonstrasi tetap berjalan di bawah pengawalan aparat kepolisian.

Berita Terkait:  KKN PPM UGM dan Bapppeda Bahas Pengembangan Kecamatan Kota Barat

Massa aksi juga berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur Gorontalo, Kapolda Gorontalo, serta pihak PT Pertamina Patra Niaga untuk membahas solusi konkret terkait distribusi solar subsidi.

“Kami ingin ada kepastian, bukan hanya janji. Kami bahkan sudah menyiapkan pakta integritas terkait pembentukan satgas pengawasan,” tegas Erlin.

Berita Terkait:  Balas Dendam, Motif Utama Penikaman di Eks Terminal Andalas

Dalam aksi tersebut, perwakilan demonstran sempat ditemui unsur Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Dinas Perhubungan, dan aparat kepolisian. Namun massa menilai belum ada keputusan konkret yang menjawab tuntutan mereka.

Aliansi sopir pun mengancam akan kembali menggelar demonstrasi lanjutan apabila pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah nyata terkait pengawasan distribusi solar bersubsidi di Gorontalo.(Mg-08) 

Berita Terkait:  25 TKA di PLTU Sulbagut-1 Diduga Masuk Gorontalo Secara Diam-diam