Metropolis

Kapolres Boalemo Pastikan Penindakan Aktivitas PETI di Batu Kramat

×

Kapolres Boalemo Pastikan Penindakan Aktivitas PETI di Batu Kramat

Share this article
Kapolres Boalemo Pastikan Penindakan Aktivitas PETI di Batu Kramat
Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, S.I.K.

Hargo.co.id, GORONTALO – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Batu Kramat, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, yang sebelumnya telah ditertibkan aparat kepolisian, diduga kembali beroperasi.

Berita Terkait:  Desa Moutong Bone Bolango Diterjang Banjir, 10 Rumah Warga Terdampak

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, S.I.K., yang menegaskan komitmennya untuk kembali melakukan penindakan.

Kapolres Boalemo memastikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik PETI dalam bentuk apa pun.

Berita Terkait:  Demo Penambang Asal Bone Bolango di Deprov Gorontalo Nyaris Ricuh

Ia menegaskan kepolisian tidak akan menutup mata dan tidak akan bersikap setengah-setengah dalam menangani aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan melanggar hukum.

Saat ini, Polres Boalemo telah menangani lima perkara PETI di Desa Batu Keramat yang masih dalam proses hukum. Penyidik telah menyelesaikan tahap pertama dengan melimpahkan berkas perkara ke pihak kejaksaan dan tengah menunggu petunjuk lanjutan.

Berita Terkait:  6 Warga Dikabarkan Tertimbun Longsor di Pertambangan Suwawa, BPBD: 3 Ditemukan Tewas

“Kami sedang menunggu petunjuk dari jaksa. Jika masih ada kekurangan, tentu akan segera kami lengkapi. Apabila berkas dinyatakan lengkap, akan dilanjutkan ke tahap dua berupa penyerahan tersangka dan barang bukti. Ini merupakan bukti keseriusan Polres Boalemo dalam menindak PETI,” tegas AKBP Sigit.

Terkait dugaan beroperasinya kembali PETI di Desa Batu Keramat, Kapolres menegaskan hal tersebut pasti akan ditindaklanjuti.
Berita Terkait:  Aktivitas PETI di Batu Kramat Masih Berlangsung, Imbauan Polisi Tak Digubris

Namun, ia mengakui adanya keterbatasan personel serta padatnya agenda penertiban di wilayah hutan Kecamatan Mananggu, sehingga penindakan di Desa Batu Keramat memerlukan perencanaan yang matang.

“Kami bukan diam, kami sedang melakukan persiapan. Penertiban akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Berita Terkait:  Sejumlah Warga Papua di Gorontalo Gelar Aksi di Depan UNG

AKBP Sigit Rahayudi juga menegaskan bahwa apabila ditemukan kembali aktivitas PETI di lokasi tersebut, dirinya telah menginstruksikan Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Nurwahid Kiay Demak, S.H., untuk bertindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Selama ini kami sudah melakukan upaya preemtif dan preventif, mulai dari imbauan hingga penertiban. Namun masih ada yang tidak mengindahkan. Oleh karena itu, langkah terakhir yang akan kami tempuh adalah tindakan represif. Setiap orang yang kedapatan melakukan PETI akan kami pidanakan,” tegasnya dilansir dari Gorontalopost.co.id.

Berita Terkait:  Fakultas Hukum UNG Tanggapi Dugaan Penganiayaan dan Kekerasan Seksual Oknum Dosen

Meski demikian, Kapolres menjelaskan bahwa kepolisian tetap membedakan antara pertambangan rakyat berskala kecil dengan aktivitas PETI yang terorganisir dan menggunakan alat berat.

Pertambangan rakyat yang menggunakan peralatan sederhana dan mengikuti aturan tertentu tidak menjadi prioritas penindakan.
Berita Terkait:  Tega! Seorang Ayah di Kabgor Gagahi Anak Kandungnya Hingga Hamil

Sebaliknya, PETI yang menggunakan peralatan modern seperti dompeng hingga excavator menjadi perhatian utama aparat penegak hukum karena berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan dan ketertiban hukum.

Ironisnya, aktivitas PETI di Desa Batu Keramat diketahui berada di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan. Kondisi tersebut membuat pelanggaran hukum menjadi berlapis.

Berita Terkait:  Polresta Gorontalo Kota Bongkar Kasus Peredaran Narkoba Lewat Medsos

“Melakukan pertambangan tanpa izin di lahan pribadi saja sudah salah. Apalagi ini dilakukan di lahan HGU milik perusahaan yang memiliki hak dan izin resmi. Kesalahannya menjadi berlipat, mulai dari pertambangan ilegal hingga pelanggaran hak atas tanah,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Kapolres Boalemo memastikan penindakan tegas akan segera dilakukan untuk menghentikan aktivitas PETI di Desa Batu Keramat secara menyeluruh.

Berita Terkait:  Traffic Lights Tak Berfungsi Akibatkan Kemacetan di Simpang Empat SMP 6 Kota Gorontalo

“Ini akan kami tindak tegas dalam waktu dekat,” pungkas AKBP Sigit Rahayudi. (Kif)